BB – Polsek Amarasi mengambil langkah cepat dan preventif untuk mencegah potensi kekacauan lebih lanjut setelah tragedi penganiayaan bayi yang terjadi di Desa Soba, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

Kasus ini melibatkan seorang ibu, DB (27), yang secara tidak sengaja melukai anaknya, FKJB, yang baru berusia satu tahun tujuh bulan, saat bertengkar dengan suaminya, Kornalius Marlon Bano (26).

Insiden tersebut berujung pada kematian sang bayi, yang meninggal dunia pada Selasa subuh, 14 Januari 2025.

Menanggapi situasi yang rentan akan eskalasi konflik, Kapolsek Amarasi AKP Jemy Sigakole bersama beberapa personel Polsek mengambil langkah bijak untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak keluarga, yakni keluarga suami dan keluarga istri.

Mediasi tersebut dilakukan pada Rabu malam, 15 Januari 2025, bertempat di rumah Kepala Desa Soba, Richard Puas.

AKP Jemy Sigakole menjelaskan bahwa tujuan dari mediasi tersebut adalah untuk menciptakan suasana yang kondusif dan mengurangi potensi pertikaian antar anggota keluarga yang bisa memperburuk situasi.

Polsek Amarasi tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga berusaha memperbaiki hubungan antar keluarga yang terguncang akibat peristiwa tragis tersebut.

“Kami memahami betapa beratnya situasi yang dialami kedua keluarga. Oleh karena itu, kami mencoba melakukan pendekatan persuasif agar hubungan mereka dapat pulih. Kami ingin mencegah terjadinya kekacauan lebih lanjut yang bisa berdampak pada kedamaian di lingkungan sekitar,” ungkap AKP Jemy Sigakole.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum dan masyarakat setempat. Dalam situasi seperti ini, mediasi menjadi langkah yang sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan psikologis keluarga korban maupun keluarga terduga pelaku.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kedua keluarga dapat melalui masa sulit ini dengan baik dan menghindari kekacauan yang lebih besar.

Polsek Amarasi juga mengimbau masyarakat untuk lebih terbuka dalam mencari bantuan jika menghadapi masalah keluarga, agar peristiwa serupa bisa dihindari.

Dukungan dari aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya akan terus diberikan untuk memastikan keluarga korban mendapatkan pemulihan yang diperlukan.

Dengan mediasi yang dilakukan, diharapkan tercipta suasana damai bagi keluarga yang tengah berduka, dan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Polsek Amarasi akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan yang diperlukan bagi masyarakat.