BB – Bencana tanah longsor melanda Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang pada Sabtu (01/03), mengakibatkan tiga rumah tertimbun dan memaksa 151 jiwa dari 35 kepala keluarga mengungsi ke Aula Kantor Kecamatan Takari.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus berjuang di tengah kondisi darurat.

Bencana ini mendapat perhatian serius dari Bupati Kupang, Yosef Lede, yang langsung mengunjungi para pengungsi dan meninjau lokasi longsor pada Selasa (04/03) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Paulus Liu, Kepala BPBD Kabupaten Kupang Semmy Tinenti, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Habel Mbate, Camat Takari, Lurah Takari, serta Kepala Puskesmas Takari.

Bupati Kupang menegaskan bahwa pemulihan pasca-bencana harus segera dilakukan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

Ia menginstruksikan dinas terkait untuk bergerak cepat dalam pendistribusian bantuan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia.

“Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menjadi prioritas. Pastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar pengungsi, jangan sampai ada yang terlantar,” ujar Bupati Yosef Lede.

Sebagai langkah awal, Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Kupang telah mendirikan dapur umum lapangan guna memastikan kebutuhan makanan dan minuman bagi para pengungsi terpenuhi.

Selain itu, berbagai pihak seperti PMI, TAGANA, TNI, dan Polri turut serta memberikan dukungan dalam penanganan bencana ini.

Bupati Yosef Lede juga memberikan semangat kepada petugas dapur umum dan relawan yang bekerja tanpa lelah membantu para korban.

“Saya apresiasi kerja keras tim di lapangan. Pastikan semua pengungsi mendapatkan makanan dan bantuan yang layak,” ungkapnya.

Saat meninjau lokasi longsor di RT 001/RW 001 Kelurahan Takari, Bupati Kupang langsung menginstruksikan Camat dan Lurah Takari untuk segera mendata korban terdampak dan merancang proses relokasi ke lokasi yang lebih aman.

“Pak Camat dan Ibu Lurah, segera data korban yang rumahnya tertimbun,Kita harus bantu mereka bangun rumah baru secepatnya,” tegasnya.

Ia juga meminta agar dilakukan survei lokasi baru untuk relokasi para korban yang tidak memiliki lahan sendiri.

Jika sudah ada lokasi yang cocok, pemerintah akan segera membangun rumah bantuan bagi mereka.

Di tengah kondisi sulit ini, warga Takari berharap agar proses pemulihan dapat berjalan cepat dan bantuan terus berdatangan.

Pemerintah Kabupaten Kupang berjanji akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat rehabilitasi dan memastikan para korban dapat kembali hidup dengan layak.

Bencana tanah longsor di Takari menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat sangat penting dalam menghadapi bencana alam.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bersinergi untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi di masa mendatang.