BB – Ribuan warga dari 24 kecamatan dan 177 desa/kelurahan di Kabupaten Kupang membanjiri halaman Kantor Bupati Kupang di Oelamasi.
Kehadiran mereka untuk mengikuti dan menyaksikan secara langsung Prosesi Paskah perdana yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang. Momen ini menjadi sejarah baru dalam kehidupan keagamaan masyarakat Kabupaten Kupang.
Pasalnya, kegiatan ini untuk pertama kalinya terlaksana di masa kepemimpinan Bupati Kupang, Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki.
Ribuan Masyarakat yang hadir disuguhkan suasana sukacita melalui lantunan puji-pujian rohani yang dibawakan oleh artis rohani nasional, Putri Siagian. Penampilan penyanyi tersebut disambut antusias oleh peserta dan hadirin yang memadati lokasi sejak pagi hari.
Tak hanya masyarakat umum, keterlibatan generasi muda juga tampak kuat.
Mahasiswa asal Kabupaten Kupang dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar daerah turut berpartisipasi dalam prosesi.
Hal ini menunjukkan semangat kolaborasi lintas generasi dalam memperingati kebangkitan Kristus.
Prosesi Paskah ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, namun juga momentum reflektif dan spiritual bagi masyarakat Kabupaten Kupang.
Sebagaimana disampaikan Bupati Yosef Lede dalam sambutan sebelumnya, pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud dari visi-misi pemerintahan yang mengedepankan kebangkitan moral dan spiritual sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Prosesi Paskah ini adalah simbol perubahan dan harapan. Kami ingin menanamkan nilai-nilai iman sebagai dasar bagi masyarakat Kabupaten Kupang menuju kemandirian dan kemajuan,” ujar Bupati Yos.
Prosesi Paskah perdana ini juga menjadi simbol penguatan solidaritas sosial, toleransi antarumat beragama, dan penciptaan ruang publik yang inklusif.
Kehadiran tokoh lintas agama, pemimpin masyarakat, serta keterlibatan aktif elemen pemuda dan mahasiswa mempertegas bahwa Kabupaten Kupang tengah membangun fondasi kuat menuju cita-cita Kabupaten Kupang Emas.
Dengan semangat kebersamaan dan iman, Pemerintah Kabupaten Kupang menargetkan agar perayaan ini menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus menjadi ikon kebangkitan spiritual masyarakat Kabupaten Kupang di tengah berbagai tantangan pembangunan.
