Kupang, BBC – Pemerintah Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, bekerja sama dengan Yayasan CIS Timor menggelar kegiatan sosialisasi Posyandu yang dirangkaikan dengan edukasi penting mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 02 Desember 2025, di Posyandu Dusun Satu Nunbeat.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dusun Satu Nunbeat, Edmundus Berek, yang hadir mewakili Kepala Desa Tolnaku, Ananias Mella.
Dalam sambutannya, Edmundus menegaskan bahwa sosialisasi ini adalah langkah nyata pemerintah desa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap isu kekerasan berbasis gender.
Perwakilan dari kelompok perempuan turut hadir memberikan materi terkait bentuk-bentuk kekerasan yang sering terjadi di masyarakat serta cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan sejak lingkungan keluarga. Edukasi ini sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peka dan berani melapor apabila menemukan kasus kekerasan.
Menurut penyelenggara, penggabungan agenda Posyandu dengan sosialisasi pencegahan kekerasan menjadi strategi efektif untuk menjangkau lebih banyak perempuan, terutama ibu rumah tangga yang rutin beraktivitas di Posyandu. Dengan demikian, pesan-pesan perlindungan perempuan dan anak dapat tersampaikan secara komprehensif.
Kegiatan sosialisasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini juga mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Peserta diberikan pemahaman tentang dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan oleh kekerasan, sehingga diharapkan mereka dapat lebih waspada dalam menjaga keluarga.
Dalam keterangannya kepada media, Edmundus Berek menjelaskan bahwa sosialisasi seperti ini sangat penting untuk generasi saat ini. Ia menegaskan perlunya edukasi berkelanjutan agar masyarakat tidak lagi menganggap kekerasan sebagai hal biasa atau “masalah rumah tangga” yang harus ditutupi.
Edmundus juga berharap agar para orang tua dapat menjadi garda terdepan dalam melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan. Baginya, menjaga anak berarti menjaga masa depan desa dan generasi penerus.
Yayasan CIS Timor sebagai mitra kegiatan turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga masyarakat, serta warga dalam menekan angka kekerasan di Kecamatan Fatuleu. Pendamping dari yayasan tersebut memberikan materi tentang mekanisme pelaporan dan pendampingan korban.
Selain materi terkait kekerasan, peserta Posyandu juga mendapatkan edukasi kesehatan ibu dan anak, sehingga kegiatan ini memberikan manfaat ganda bagi masyarakat desa. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan aktif berdiskusi.
Pemerintah Desa Tolnaku berkomitmen melanjutkan program-program sosialisasi serupa agar masyarakat semakin sadar tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak.
Melalui upaya ini, desa diharapkan menjadi lingkungan yang lebih aman, sehat dan bebas dari kekerasan.
