KUPANG, BBC — Pemerintah Kabupaten Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan institusi keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pengukuhan Pengurus Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Kupang Masa Bakti 2026–2030 yang berlangsung di Balai Penyuluh KB Kecamatan Kupang Timur, Kelurahan Babau, Jumat (29/5/2026).

Pengukuhan pengurus IPeKB Kabupaten Kupang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, setelah sebelumnya para pengurus dilantik oleh Ketua IPeKB Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nikodemus, dalam rangkaian kegiatan yang sama.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para penyuluh keluarga berencana sebagai ujung tombak pembangunan keluarga yang berkualitas, tangguh dan berdaya saing di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.

Dalam sambutannya, Mateldius Sanam menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang menaruh perhatian serius terhadap keberadaan dan peran strategis Penyuluh Keluarga Berencana dalam mendukung agenda pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, peran Penyuluh KB saat ini tidak lagi terbatas pada sosialisasi program keluarga berencana semata, melainkan telah berkembang menjadi bagian integral dari upaya pembangunan keluarga secara komprehensif dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Kupang menyadari bahwa peranan seorang Penyuluh KB sangatlah besar. Karena itu pemerintah turut mengambil bagian dalam pelantikan dan pengukuhan IPeKB Kabupaten Kupang ini. Peran Penyuluh KB kini telah mencakup pembangunan keluarga dalam perspektif yang lebih luas sebagai upaya membentuk keluarga ideal yang menjadi miniatur dari masyarakat Kabupaten Kupang,” ujar Mateldius.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan unit sosial paling mendasar dalam struktur masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas keluarga yang ada di dalamnya.

Dalam konteks tersebut, Penyuluh KB memiliki posisi yang sangat strategis sebagai agen edukasi, pendamping sosial, sekaligus fasilitator perubahan perilaku masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, harmonis, produktif dan sejahtera.

Mateldius juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh para Penyuluh KB, termasuk melalui penguatan kelembagaan organisasi profesi seperti IPeKB.

Ia berharap para pengurus yang baru dikukuhkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas, profesionalisme, dedikasi dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

“Kami mendukung seluruh kegiatan Penyuluh KB di Kabupaten Kupang, termasuk pelantikan dan pengukuhan pengurus IPeKB ini. Kiranya para pengurus yang telah dipercaya dapat menjalankan tugas dengan baik, penuh tanggung jawab, berdedikasi, serta mengabdi secara tulus kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Mateldius, keberadaan Penyuluh KB memiliki nilai strategis yang sangat signifikan dalam mendukung pembangunan daerah berbasis keluarga. Selain menyampaikan berbagai program pemerintah, para penyuluh juga berperan sebagai garda terdepan dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pengasuhan anak, memperluas akses informasi kesehatan reproduksi, serta mendorong terciptanya keluarga yang mandiri secara sosial dan ekonomi.

“Penyuluh KB memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya menyampaikan Program KB, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun kualitas keluarga, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendampingi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, sejahtera dan berkualitas,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mateldius Sanam juga secara khusus mengajak seluruh Penyuluh KB di Kabupaten Kupang untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan pembangunan yang masih menjadi tantangan bersama.

Ia menilai bahwa pendekatan pembangunan yang berpusat pada keluarga merupakan salah satu strategi paling efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara berkelanjutan.

Beberapa isu prioritas yang menjadi perhatian pemerintah daerah, lanjutnya, meliputi percepatan penurunan angka stunting, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, pencegahan pernikahan usia dini, penguatan ekonomi keluarga, hingga pembentukan karakter generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

“Peran aktif Penyuluh KB sangat dibutuhkan untuk bekerja bersama pemerintah daerah. Kita harus bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Kupang, mulai dari tingginya angka stunting, kualitas kesehatan ibu dan anak, pernikahan dini, penguatan ekonomi keluarga, hingga pembangunan karakter generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IPeKB Provinsi NTT, Nikodemus, menjelaskan bahwa pembentukan IPeKB bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, dan profesionalisme para Penyuluh Keluarga Berencana dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan keluarga di tengah masyarakat.

Menurutnya, organisasi profesi tersebut memiliki fungsi strategis sebagai wadah pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penguatan solidaritas profesi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“IPeKB dibentuk untuk meningkatkan kesadaran sikap dan mutu para Penyuluh KB, sekaligus mengembangkan standar profesionalisme Penyuluh KB dalam bidang pembangunan keluarga,” jelas Nikodemus.

Ia menambahkan bahwa keberadaan IPeKB diharapkan mampu mendorong lahirnya kultur kerja yang semakin akuntabel, adaptif, inovatif, kolaboratif dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Dalam perspektif pembangunan modern, lanjut Nikodemus, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh aspek pendidikan dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas institusi keluarga yang menjadi lingkungan pertama dalam proses pembentukan karakter individu.

Oleh sebab itu, peran Penyuluh KB menjadi semakin relevan dalam mendukung agenda pembangunan nasional maupun daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia.

“Melalui IPeKB, diharapkan seluruh Penyuluh KB semakin memperkuat semangat solidaritas, pelayanan, inovasi dan kolaborasi yang diwujudkan dalam tugas sehari-hari sebagai pelayan masyarakat,” katanya.

Pengukuhan Pengurus IPeKB Kabupaten Kupang Masa Bakti 2026–2030 tersebut turut dihadiri Sekretaris BKKBN Provinsi NTT Michael Yance Gamin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr. Desemiyeti Ngatriany, Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Kupang Richard Benu, Camat Kupang Timur Marina Ludji, serta para pengurus IPeKB Kabupaten Kupang yang baru dikukuhkan.

Melalui penguatan organisasi profesi Penyuluh KB ini, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap terbangun sinergi yang semakin kokoh antara pemerintah, tenaga penyuluh dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, berketahanan dan sejahtera.

Dengan keluarga yang kuat sebagai fondasi pembangunan, cita-cita menghadirkan Kabupaten Kupang yang maju, sehat, inklusif dan berdaya saing diyakini akan semakin mudah diwujudkan secara berkelanjutan.