Kupang, BBC — Berangkat dari kesadaran reflektif tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang menggelar Perayaan Natal  Bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), serta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kupang, Kamis (18/12/2025) pagi.

Bertempat di Aula Kantor Bupati Kupang, perayaan ini berlangsung khidmat dan sarat makna, sekaligus menjadi ruang kontemplatif (contemplative space) untuk meneguhkan komitmen pelayanan publik yang berlandaskan iman, solidaritas sosial dan pengharapan kolektif (collective hope).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki, Sekretaris Daerah Mateldius Sanam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kupang, Ketua Sinode GMIT Pendeta Samuel Pandie, Imam Paroki St. Maria Taklale Romo Vincent Tamelab, para Ketua Majelis Klasis se-Kabupaten Kupang, serta berbagai elemen pemerintahan dan gereja.

Kehadiran lintas institusi ini merepresentasikan spirit kolaborasi (collaborative governance) antara negara dan masyarakat beriman.

Rangkaian perayaan diawali dengan ibadah kebaktian yang dipimpin Ketua Sinode GMIT, Pendeta Samuel Pandie.

Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus merupakan peristiwa kasih Allah yang konkret dan transformatif (transformative love).

Kasih tersebut, menurutnya, tidak berhenti pada dimensi spiritual individual, melainkan hadir dan bekerja dalam relasi keluarga, pelayanan sosial, serta tanggung jawab publik.

“Natal adalah perjumpaan manusia dengan Allah yang diwujudkan melalui tindakan nyata dan sikap hidup yang berkenan kepada-Nya lewat sesama,” ungkap Pendeta Samuel, menekankan bahwa iman sejati selalu menemukan relevansinya dalam praksis kehidupan sehari-hari (faith in action).

Usai ibadah, Bupati Kupang Yosef Lede dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kupang dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan merayakan Natal pada 25 Desember 2025.

Ia menekankan bahwa damai Natal tidak boleh dipahami sebatas simbol liturgis atau ekspresi seremonial, melainkan sebagai nilai spiritual dan etis (ethical value) yang harus menjiwai setiap kebijakan publik, langkah kepemimpinan serta proses pembangunan daerah.

“Damai Natal hendaknya menjaga dan membentuk hati kita, menuntun setiap langkah dan karya dalam membangun Kabupaten Kupang. Kita dipanggil menjadi pembawa damai, pembawa sukacita, pembawa kegembiraan, sekaligus sumber harapan dan kebanggaan bagi sesama,” ujar Yosef Lede.

Lebih lanjut, Yosef menegaskan bahwa esensi Natal terletak pada praksis kasih yang konkret (concrete compassion). Menurutnya, Natal tidak berhenti pada ekspresi verbal atau simbolik, tetapi harus terwujud dalam keberpihakan sosial (social inclusion) dan kepedulian terhadap mereka yang rentan dan membutuhkan.

“Mengamalkan cinta dalam kehidupan nyata adalah panggilan iman. Berbuat baik mungkin tidak selalu menyenangkan banyak orang, namun Tuhan Maha Mengetahui dan mengenal hati kita. Teruslah berbuat baik, karena pada waktunya, kebaikan akan mengalahkan kejahatan,” tuturnya dengan nada reflektif dan bernuansa moral wisdom.

Momentum penyalaan lilin Natal oleh Bupati Yosef Lede menjadi simbol spiritual yang sarat makna teologis dan etis. Terang lilin dimaknai sebagai sumber pengharapan (source of hope) dan kekuatan batin (inner strength) yang memampukan seorang pemimpin dan seluruh aparatur pemerintahan menghadapi dinamika, resistensi serta tantangan dalam melaksanakan tugas pelayanan publik.

“Menghadirkan perubahan selalu mengandung tantangan. Bahkan berbuat baik tidak selalu diterima. Namun dari hati yang terdalam, kami Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus berjalan, terus berpikir dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Kami percaya Tuhan akan mengantar setiap ikhtiar baik sampai garis akhir (finish),” tegas Yosef.

Pada kesempatan yang sama, Yosef Lede juga mengumumkan kebijakan libur Natal bagi ASN Kabupaten Kupang yang berlaku mulai 22 hingga 28 Desember 2025.

Kebijakan ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kekeluargaan (family values) sekaligus memberikan ruang bagi ASN untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut Natal bersama keluarga.

Sementara itu, Romo Vincent Tamelab dalam pesan Natalnya menegaskan bahwa Natal merupakan panggilan moral (moral calling) untuk membangun kepedulian lintas sektor, baik dalam kehidupan gerejawi maupun dalam tata kelola pemerintahan (good governance).

Kepedulian tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui program-program pembangunan yang berpihak pada martabat manusia dan kesejahteraan masyarakat.

“Program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kupang merupakan panggilan Tuhan agar daerah dan masyarakat bergerak menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Romo Vincent.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kemitraan (partnership), memperkuat solidaritas (solidarity) dan menumbuhkan pengharapan bersama (shared hope) dalam mendukung pembangunan daerah.

Sebagai manifestasi konkret kasih Natal, kegiatan ini dilanjutkan dengan penyerahan diakonia Natal dari Bupati Kupang kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial di 24 kecamatan se-Kabupaten Kupang.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kupang menyerahkan bantuan kendaraan dinas operasional berupa 18 unit mobil Toyota Rush kepada 14 Klasis dan 4 Paroki serta bantuan alat dan mesin pertanian bagi kelompok tani sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat (community empowerment).

Perayaan Natal bersama ini tidak hanya menjadi ruang ibadah dan ekspresi iman, tetapi juga forum refleksi kolektif (collective reflection) tentang makna pelayanan publik yang berakar pada nilai spiritualitas, kemanusiaan dan solidaritas sosial.

Di bawah cahaya lilin Natal, Pemerintah Kabupaten Kupang kembali meneguhkan komitmen untuk membangun daerah secara berkelanjutan (sustainable development)—dengan hati yang beriman, kebijakan yang berkeadilan dan tanggung jawab sosial yang berpihak pada kesejahteraan bersama.