KUPANG ,BBC — Sinergitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali diperkuat di Kabupaten Kupang.
Kapolres Kupang AKBP Adhitya Oktorio Putra, S.I.K., melakukan silaturahmi dengan Komandan Batalyon Infanteri 743/Pradnya Samapta Yudha (Yonif 743/PSY) Naibonat, Letkol Inf Hery Mujiono, Selasa, 8 September 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Markas Yonif 743/PSY Naibonat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkokoh komunikasi, koordinasi dan hubungan kelembagaan antara unsur TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Kupang.
Kapolres Kupang dalam kegiatan tersebut didampingi Kasat Samapta Polres Kupang AKP Ngakan Putu Purna dan Kasat Intelkam Polres Kupang Iptu Godlife Siuk Manu, S.H.
Silaturahmi tersebut tidak semata-mata ditempatkan sebagai agenda seremonial, tetapi diarahkan untuk membangun institutional synergy antara dua institusi negara yang memiliki mandat penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan ketertiban sosial di tingkat kewilayahan.
Dalam konteks keamanan daerah, koordinasi lintas institusi merupakan salah satu elemen fundamental dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan gangguan kamtibmas secara efektif.
Karena itu, pertemuan Kapolres Kupang dan Danyonif 743/PSY diarahkan untuk mempererat hubungan serta meningkatkan sinergitas antara Polres Kupang dan unsur TNI, khususnya Yonif 743/PSY, dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sinergitas tersebut mencakup penguatan komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan. Pendekatan ini penting karena dinamika kamtibmas tidak selalu dapat dipetakan secara sederhana dan membutuhkan kemampuan membaca situasi secara komprehensif serta respons kelembagaan yang terkoordinasi.
Dengan komunikasi yang terbangun secara baik, kedua institusi diharapkan mampu memperkuat langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai potensi kerawanan keamanan di wilayah Kabupaten Kupang.
Soliditas Menjadi Modal Strategis
Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya membangun soliditas dan kebersamaan antara personel TNI dan Polri.
Soliditas bukan sekadar persoalan hubungan antarpersonel, melainkan bagian dari institutional resilience atau ketangguhan kelembagaan dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang.
Hubungan kerja yang harmonis dan saling mendukung memungkinkan pelaksanaan tugas di lapangan berjalan dengan koordinasi yang lebih efektif.
Dalam perspektif tata kelola keamanan, komunikasi yang intensif dapat menjadi instrumen preventif untuk meminimalkan potensi kesenjangan informasi antarlembaga.
Atas dasar itu, kerja sama TNI–Polri menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi keamanan yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
Membahas Perkembangan Kamtibmas
Selain memperkuat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang koordinasi untuk membahas perkembangan situasi kamtibmas serta langkah-langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan keamanan di wilayah Kabupaten Kupang.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemeliharaan keamanan membutuhkan pendekatan yang bersifat preventive, bukan hanya responsif.
Pencegahan melalui komunikasi dan koordinasi antarlembaga memungkinkan berbagai potensi persoalan dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani melalui mekanisme kelembagaan yang tepat.
Dalam kerangka tersebut, sinergitas TNI–Polri memiliki posisi strategis karena stabilitas keamanan merupakan prasyarat fundamental bagi keberlangsungan aktivitas sosial, pemerintahan, ekonomi dan pelayanan publik.
Sinergitas Polres Kupang dan Yonif 743/PSY juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat.
Keamanan pada akhirnya bukan sekadar indikator statistik mengenai rendah atau tingginya gangguan kamtibmas. Keamanan merupakan public good yang memungkinkan masyarakat menjalankan kehidupan sosial secara aman, tertib dan produktif.
Oleh karena itu, koordinasi antara institusi keamanan perlu terus dibangun dalam kerangka pengabdian kepada masyarakat. TNI dan Polri memiliki tugas serta kewenangan masing-masing, tetapi dalam konteks menjaga stabilitas wilayah, komunikasi dan kolaborasi menjadi instrumen penting untuk memastikan pelaksanaan tugas berlangsung secara proporsional dan terkoordinasi.
Silaturahmi Kapolres Kupang dengan Danyonif 743/PSY menjadi salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.45 Wita tersebut berlangsung hingga pukul 10.34 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali.
Lebih dari sekadar pertemuan antara dua pejabat institusi, silaturahmi tersebut merepresentasikan pentingnya collective responsibility dalam menjaga keamanan wilayah.
Sebab, keamanan tidak pernah lahir dari satu institusi saja. Ia tumbuh dari komunikasi yang terbuka, koordinasi yang disiplin, serta kesediaan berbagai unsur negara untuk menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama.
Di Naibonat, dua institusi bertemu bukan untuk mempertontonkan kekuatan, melainkan untuk meneguhkan tanggung jawab. Sebab seragam boleh berbeda, mandat kelembagaan dapat memiliki batas masing-masing, tetapi ketika keamanan rakyat menjadi tujuan, sinergi adalah benteng yang harus terus diperkuat.
