KUPANG, BBC – Pemerintah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Sebanyak 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BLT Dana Desa Tahap I yang disalurkan pada Jumat, 19 Juni 2026. Pada tahap pertama tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp300.000 yang bersumber dari Dana Desa.

Kepala Desa Nunsaen, Litherheart Niflapu, kepada media ini menjelaskan bahwa program BLT Dana Desa merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang masih membutuhkan dukungan ekonomi di tengah berbagai tantangan kehidupan yang dihadapi warga desa.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan semata-mata berupa uang tunai, melainkan bentuk perhatian negara yang disalurkan melalui pemerintah desa untuk memastikan masyarakat tetap memiliki daya tahan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

“Kami bersyukur karena penyaluran BLT Dana Desa Tahap I dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Sebanyak 20 warga penerima manfaat telah menerima bantuan sebesar Rp300.000 per orang. Bantuan ini merupakan hak masyarakat yang telah ditetapkan melalui mekanisme dan kriteria yang berlaku,” ujar Litherheart Niflapu.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Nunsaen berupaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan penyaluran bantuan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat program secara adil.

“Kami selalu berpegang pada prinsip keterbukaan. Data penerima telah melalui proses verifikasi dan musyawarah desa sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang memenuhi syarat.
Pemerintah desa tidak bekerja sendiri, tetapi melibatkan seluruh unsur terkait agar penyaluran berjalan objektif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Litherheart mengatakan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu instrumen perlindungan sosial yang sangat penting bagi masyarakat pedesaan, khususnya bagi keluarga rentan yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, meskipun nilai bantuan yang diterima tidak terlalu besar, namun keberadaannya memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat penerima.

“Bagi sebagian orang mungkin Rp300.000 terlihat sederhana, tetapi bagi keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, bantuan ini sangat berarti. Bantuan ini dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak, kebutuhan kesehatan, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya,” katanya.

Ia berharap para penerima manfaat dapat menggunakan bantuan tersebut secara bijaksana dan memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar mendesak.

“Kami mengimbau kepada seluruh penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk kebutuhan yang produktif dan kebutuhan dasar keluarga sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal,” tambahnya.

Litherheart juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Nunsaen terus berupaya memastikan setiap program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berjalan seimbang, baik melalui pembangunan fisik maupun program perlindungan sosial.

Menurutnya, pembangunan desa yang berkualitas tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah desa dalam menjaga kesejahteraan masyarakatnya.

“Pembangunan desa bukan hanya membangun jalan, drainase, atau fasilitas umum lainnya. Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat dapat hidup lebih layak, kebutuhan dasarnya terpenuhi dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik. Karena itu, program BLT Dana Desa menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Kades Nunsaen juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, serta masyarakat yang telah mendukung kelancaran proses penyaluran bantuan.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama sehingga penyaluran BLT Dana Desa dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Semangat gotong royong dan kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga dalam membangun Desa Nunsaen,” ujarnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi penguat semangat bagi masyarakat untuk terus berusaha dan bangkit menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang ada.

“Harapan kami, bantuan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi bukti bahwa pemerintah selalu hadir bersama masyarakat. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, pemerintah desa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir, mendengar dan membantu sesuai kemampuan yang dimiliki,” tutup Litherheart Niflapu.

Penyaluran BLT Dana Desa di Desa Nunsaen tersebut berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat. Program ini diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas sosial dan ekonomi warga sekaligus memperkuat komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.