KUPANG, BBC – Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus bergerak, ruang-ruang spiritual tetap menjadi fondasi penting dalam membangun karakter, memperkuat moralitas, serta memelihara harmoni sosial.
Kesadaran akan pentingnya menjaga ruang penguatan iman tersebut ditunjukkan jajaran Polsek Fatuleu melalui pengamanan kegiatan Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) yang berlangsung di SMK Negeri Pertanian dan Kelautan (SNAKMA), Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Kamis (18/6/2026).
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Fatuleu, Iptu Maks Tameno, bersama personel Polsek Fatuleu sebagai bagian dari implementasi tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Polri, keamanan bukan semata-mata persoalan menjaga ketertiban fisik, melainkan juga memastikan masyarakat dapat menjalankan hak-hak konstitusionalnya, termasuk beribadah dan memperdalam kehidupan spiritual dalam suasana yang aman, nyaman dan penuh kedamaian.
Kapolsek Fatuleu, Iptu Maks Tameno, menegaskan bahwa seluruh personel yang ditugaskan akan melakukan pengamanan secara berkelanjutan selama dua hari pelaksanaan kegiatan hingga seluruh rangkaian kebaktian selesai.
“Kami dari Polsek Fatuleu bersama seluruh anggota yang bertugas akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan selama kegiatan Kebaktian Penyegaran Iman ini berlangsung. Pengamanan tidak hanya dilakukan pada hari pertama, tetapi akan terus berlanjut hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan,” ujar Iptu Maks Tameno.
Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan keagamaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjaga keamanan lokasi. Kehadiran tersebut merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam menjamin masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan secara bebas, damai dan penuh kekhusyukan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta dan jemaat dapat mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Kehadiran anggota kepolisian di lapangan bertujuan menciptakan situasi yang aman sehingga masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan damai,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan memiliki kontribusi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Melalui penguatan nilai-nilai spiritual, masyarakat didorong untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta memperkuat solidaritas sosial.
Karena itu, kata Kapolsek, menjaga keamanan kegiatan keagamaan pada hakikatnya merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kohesi masyarakat.
“Kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Oleh sebab itu, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mengikuti kegiatan ibadah dengan tenang tanpa adanya gangguan keamanan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iptu Maks Tameno mengungkapkan bahwa selama dua hari pelaksanaan KPI, personel Polsek Fatuleu tidak hanya melakukan penjagaan di titik kegiatan, tetapi juga melakukan pemantauan situasi lingkungan sekitar, pengaturan lalu lintas, serta langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, pendekatan preventif menjadi strategi utama yang diterapkan agar setiap potensi gangguan dapat dicegah sejak dini sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Kami mengedepankan pendekatan preventif. Anggota kami terus berada di lapangan untuk memantau perkembangan situasi, melakukan koordinasi dengan panitia kegiatan, serta memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sampai saat ini situasi terpantau aman, tertib dan kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengamanan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aparat keamanan, tetapi juga dipengaruhi oleh kesadaran kolektif seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, dirinya memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh peserta yang telah menunjukkan sikap kooperatif dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia, para tokoh agama dan seluruh peserta yang telah bersama-sama menjaga ketertiban. Sinergi yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang damai dan kondusif,” ungkap Kapolsek.
Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ketika masyarakat dan aparat berjalan dalam satu semangat yang sama, maka tercipta lingkungan yang aman, harmonis dan mendukung berbagai aktivitas sosial maupun keagamaan.
Iptu Maks Tameno berharap seluruh rangkaian Kebaktian Penyegaran Iman dapat berlangsung lancar hingga hari terakhir tanpa hambatan berarti.
Ia menegaskan bahwa Polsek Fatuleu akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai bagian dari pengabdian institusi Polri kepada bangsa dan negara.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selama dua hari pelaksanaan kegiatan ini, anggota Polsek Fatuleu akan tetap melakukan pemantauan dan pengamanan sehingga seluruh agenda dapat berlangsung dengan aman, tertib dan sukses hingga selesai,” tegasnya.
Pengamanan Kebaktian Penyegaran Iman di Desa Kuimasi menjadi cerminan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga memerlukan dukungan terhadap pembangunan spiritual dan karakter.
Dalam konteks tersebut, kehadiran Polri tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam merawat kedamaian, memperkuat persatuan dan menjaga harmoni kehidupan sosial.
Di tengah lantunan doa dan pujian yang menggema dari pelosok Fatuleu, kehadiran aparat keamanan menjadi simbol bahwa kedamaian dan kebebasan beribadah adalah nilai luhur yang harus dijaga bersama. Sebab ketika iman bertumbuh dalam suasana yang aman, maka harapan, persaudaraan dan masa depan yang lebih baik turut bertumbuh bersama.
