BB — Jumat, 27 Juni 2025 menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Dusun 3 Fauoni, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.
Gedung baru UPTD SDN Amnono akhirnya diresmikan dan disyukuri bersama setelah berhasil dibangun melalui swadaya murni masyarakat setempat. Peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pendidikan unggul di Kabupaten Kupang.
Acara peresmian dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Elyaser Teuf, yang mewakili Bupati Kupang, Yosef Lede, SH.
Dalam sambutannya, Elyaser menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam membangun sarana pendidikan secara mandiri.
“Gedung sekolah yang kita saksikan hari ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kekuatan kebersamaan, bukti bahwa masyarakat Dusun 3 Fauoni telah melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ini adalah contoh yang patut diteladani oleh desa-desa lain di Kabupaten Kupang,” ujar Elyaser dalam pidatonya.
Mewakili Bupati Kupang, Elyaser juga menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat hadir secara langsung akibat agenda penting bersama Kementerian.
Meski demikian, perhatian Bupati terhadap dunia pendidikan tetap diwujudkan secara konkret. Salah satunya adalah bantuan 15 unit Chromebook yang akan segera disalurkan ke SDN Amnono sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan di Kabupaten Kupang.
Kepala Dinas PK juga menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam merawat gedung sekolah yang telah dibangun. Ia mengingatkan bahwa semangat membangun harus diiringi dengan semangat memelihara agar keberlangsungan fasilitas pendidikan tetap terjaga.
Dalam kesempatan tersebut, Elyaser juga mengangkat visi besar Bupati Kupang untuk mewujudkan pendidikan unggul di seluruh wilayah. Dengan total 368 SD, 171 SMP, dan 518 PAUD yang tersebar di berbagai kecamatan, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pembenahan dan penguatan kualitas pendidikan.
Program seperti Gerakan Tuntas Wajah (Tas Wajan), yang fokus pada pendampingan anak-anak yang belum bisa membaca, terus digalakkan oleh Dinas Pendidikan. Hingga awal 2025, tercatat masih terdapat sekitar 4.000 siswa di jenjang SD dan SMP yang perlu dibimbing secara intensif agar mampu membaca dengan lancar.
“Kita tidak bisa diam melihat anak-anak kita naik kelas tapi belum bisa membaca. Kita harus turun tangan — guru, orang tua, dan masyarakat — bergotong royong memastikan mereka bisa membaca dan memahami,” tegas Elyaser.
Peresmian gedung baru SDN Amnono menjadi bukti bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bersatu, kemajuan bukan sekadar wacana. Gedung ini bukan hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga simbol harapan, kerja keras, dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda di Desa Ekateta.
Bagi Kabupaten Kupang, kisah ini adalah pengingat bahwa pendidikan bukan semata tanggung jawab pemerintah, tapi juga panggilan hati seluruh elemen masyarakat. SDN Amnono kini berdiri megah bukan karena anggaran besar, tapi karena hati yang besar.
