Kupang, BBC — Dalam upaya strategis memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program bertajuk “Road To Zero HPV”, sebuah gerakan nasional yang berfokus pada pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Kupang ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Daerah, PT CML Metro Medika dan PT Bio Farma.
Bupati Kupang, Yosef Lede menegaskan bahwa upaya pencegahan kanker serviks bukanlah sekadar seremonial, melainkan sebuah strategi berkelanjutan yang membutuhkan ketekunan dan konsistensi semua pemangku kepentingan.
Menurutnya, peningkatan literasi kesehatan reproduksi perempuan serta perluasan cakupan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) merupakan elemen kunci dalam mencapai eliminasi kanker serviks di wilayah Kabupaten Kupang.
“Saya menegaskan bahwa program ini harus dijalankan secara sistematis dan terukur. Kepala Puskesmas wajib menjalin kemitraan dengan satuan pendidikan untuk melakukan pendataan seluruh ibu-ibu dan anak perempuan usia sekolah. Langkah ini penting agar kita bisa menentukan alokasi anggaran vaksinasi secara proporsional dan akuntabel,” ungkap Yosef.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa vaksinasi HPV harus dipahami sebagai intervensi preventif yang berbasis bukti ilmiah. Ia juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan lebih efisien dibandingkan pengobatan, baik dari segi biaya maupun beban sosial-ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk LSM, organisasi keagamaan dan komunitas lokal, untuk terlibat dalam edukasi publik terkait pentingnya skrining dan vaksinasi HPV.
“Kesuksesan Road To Zero HPV membutuhkan sinergi multipihak. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh kolaborasi erat dengan LSM, organisasi non-pemerintah, serta tokoh-tokoh masyarakat untuk memperluas jangkauan edukasi dan layanan. Semua perempuan harus mendapat akses yang adil terhadap vaksinasi dan deteksi dini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Habel Mbate menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan program ini.
Ia menilai bahwa upaya Pemkab Kupang sudah sangat progresif dan layak mendapat pengawalan dari sisi legislasi dan anggaran.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan perempuan dan anak merupakan indikator fundamental dalam pembangunan manusia yang berkelanjutan.
“Program ini tidak boleh berhenti di hari ini saja. Saya usulkan agar ke depan tiap kecamatan memiliki Duta Kesehatan Serviks yang bertugas meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan vaksinasi. Ini harus menjadi bagian dari regulasi resmi daerah melalui Peraturan Bupati,” ujar Habel.
Selain menyarankan penguatan edukasi berbasis komunitas, Habel juga mengusulkan inovasi kebijakan dalam bentuk penerapan kartu skrining serviks sebagai prasyarat pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk early warning system terhadap risiko kanker serviks di tingkat akar rumput.
“Bila perlu, setiap warga yang ingin berobat ke Puskesmas diwajibkan menunjukkan kartu skrining serviks. Tujuannya bukan mempersulit, tetapi memastikan bahwa masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini. Sebagai mitra pemerintah, DPRD siap mengawal dan menganggarkan semua kebutuhan strategis demi kesehatan masyarakat,” tegas Habel.
Program Road To Zero HPV yang diluncurkan di Kabupaten Kupang ini merupakan bagian dari agenda nasional Kementerian Kesehatan RI untuk menurunkan prevalensi kanker serviks melalui strategi vaksinasi menyeluruh bagi anak perempuan usia 9–14 tahun serta perempuan usia produktif.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir para kepala Puskesmas, camat, kepala desa, pelajar, tokoh masyarakat, serta tim penggerak PKK se-Kabupaten Kupang sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang partisipatif dan kolaboratif.
Dengan pendekatan kolaboratif, berbasis bukti ilmiah dan berlandaskan prinsip keadilan sosial dalam pelayanan kesehatan, Kabupaten Kupang menegaskan bahwa masyarakat yang sehat adalah fondasi utama bagi kemajuan daerah.
Kesehatan perempuan bukan lagi isu pinggiran, melainkan prioritas strategis dalam mewujudkan pembangunan manusia yang inklusif dan berkelanjutan.
