BBC – Dalam upaya menegakkan hak dasar setiap warga untuk hidup sehat, Pemerintah Desa Tolnaku mengambil langkah nyata melalui penyelenggaraan pengobatan gratis pada Kamis, 18 Juli 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tolnaku dengan dukungan dari Puskesmas Camplong.
Dalam keterangannya kepada media, Sekretaris Desa Tolnaku, Jemi Bait menyampaikan pandangan reflektif yang sekaligus menjadi penanda arah pembangunan desa yang berkeadilan.
“Kami percaya bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar tugas administratif, tetapi adalah panggilan moral. Kesehatan adalah pondasi utama kehidupan yang produktif. Program ini adalah komitmen kami untuk hadir, melayani dan menjawab kebutuhan mendasar masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Jemi menegaskan bahwa pengobatan gratis ini bukan hanya solusi sesaat, tetapi bagian dari visi jangka panjang menuju desa yang sehat, mandiri dan berdaya.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga—baik yang tinggal di pusat desa maupun di dusun terpencil—memiliki akses yang sama terhadap layanan kesehatan. Kami tidak ingin ada yang tertinggal hanya karena jarak atau keterbatasan ekonomi,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, menurut Jemi, intervensi kesehatan seperti ini juga merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang. Ketika masyarakat sehat, maka produktivitas meningkat, pendidikan lebih optimal dan kemiskinan bisa ditekan secara sistemik.
“Desa Tolnaku bukan hanya tempat tinggal, tapi ruang hidup bersama. Jika satu warga sakit, maka desa ini pun ikut lemah. Karena itu, tanggung jawab untuk sehat adalah tanggung jawab kolektif,” tambahnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Tolnaku tidak hanya bekerja dengan logika birokrasi, tetapi juga dengan nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial. Inilah wajah baru desa: sadar akan hak, berpihak pada rakyat dan membangun dari akar.
Ucapan Jemi Bait bukan hanya pernyataan kebijakan, tapi sebuah ajakan untuk membangun desa dengan kesadaran sosial yang tinggi dan kepemimpinan yang transformatif.
Pengobatan gratis ini adalah simbol dari desa yang tidak tinggal diam, melainkan bergerak, menjangkau dan merangkul warganya secara utuh—dengan semangat gotong royong dan prinsip keadilan sosial.
