BB — Peristiwa memilukan kembali terjadi di Kupang. Seorang anak berusia 8 tahun, sebut saja Mawar, diduga menjadi korban pemerkosaan di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Minggu, 10 November 2024.
Kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian, namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas yang diambil terhadap pelaku, Andre Ambasan.
Keluarga korban menuntut keadilan agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum.
Menurut ayah korban, Nerfitran Gasra Lasfeto, tragedi ini berawal ketika Mawar diminta ibunya membeli Mazako di kios milik pelaku yang terletak tak jauh dari rumah mereka.
Namun, setelah beberapa menit berlalu, Mawar belum juga pulang, membuat ibunya khawatir dan segera menyusul ke kios.
Ketika tiba di kios, ibu Mawar melihat pelaku keluar dari rumah, diikuti oleh Mawar yang tampak ketakutan.
Saat ditanya, pelaku berdalih bahwa Mawar membantunya memindahkan meja. Namun sesampainya di rumah, Mawar mengungkapkan kejadian sebenarnya sambil menangis, bahwa ia menjadi korban tindakan tak senonoh.
Mendengar pengakuan anaknya, keluarga korban segera melaporkan kasus ini ke Polsek Maulafa.
Keluarga korban membuat laporan resmi dengan nomor PP/B/173/XI/2024/SPKT/POLSEK MAULAFA/POLRES KUPANG KOTA/POLDA NTT pada 10 November 2024.
Namun, sangat disayangkan, hingga kini belum ada tindakan tegas yang diambil oleh pihak kepolisian untuk menahan pelaku.
Ayah korban, Nerfitran, merasa kecewa dengan lambannya proses hukum dalam kasus ini. Ia menuntut agar hukum ditegakkan demi memberikan keadilan bagi anaknya yang masih mengalami trauma berat.
“Kami hanya ingin keadilan bagi anak kami. Kami berharap polisi segera menangkap pelaku agar dia mendapatkan hukuman yang setimpal,” ujar Nerfitran dengan penuh harap.
Kasus ini memancing reaksi keras dari masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. Banyak warga yang menyuarakan rasa kekecewaan atas lambannya penanganan aparat dalam kasus kekerasan terhadap anak.
Mereka mendesak pihak kepolisian untuk segera menindak tegas pelaku demi memberikan rasa aman bagi anak-anak di lingkungan mereka.
Masyarakat menilai bahwa penegakan hukum yang tegas terhadap kasus kekerasan seksual pada anak adalah langkah penting untuk membangun kepercayaan publik dan memberikan rasa aman.
Selain tuntutan keadilan, kasus ini juga menyoroti pentingnya pendampingan psikologis bagi Mawar yang masih sangat belia. Pengalaman traumatis yang dialaminya dapat berdampak panjang pada kesehatan mentalnya.
Diharapkan lembaga perlindungan anak dan pihak terkait dapat hadir untuk memberikan bantuan psikologis yang dibutuhkan agar Mawar dapat pulih dari trauma yang dialaminya.
Tragedi yang dialami Mawar menyisakan luka yang mendalam bagi keluarga.Keluarga korban berharap agar aparat penegak hukum segera bertindak untuk memberikan keadilan bagi Mawar dan efek jera bagi pelaku.
