BB – Sebuah acara syukuran yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi tragedi. Abraham Nofu (33) tewas setelah diduga mengalami penganiayaan oleh dua pria, HS (25) dan MDM (35), di Desa Naitae, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur,Rabu 11/09/2024
Peristiwa nahas ini terjadi dini hari, saat berlangsungnya pesta syukuran 25 tahun perkawinan di rumah Nehemia Jibrael Mona.
Menurut informasi dari pihak kepolisian, awalnya pesta berjalan lancar hingga dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Namun, suasana berubah ketika Abraham Nofu yang dalam kondisi mabuk datang dan memicu keributan. HS yang berusaha menegur korban justru menerima pukulan dari Abraham.
Tak terima, HS secara refleks membalas memukul korban dua kali di bagian dada. Tak hanya HS, MDM juga terlibat dalam insiden tersebut dengan memukul Abraham di bagian wajah.
Personel kepolisian dari Pospol Barate, Aipda Junisius Bonbalan, yang hadir di tempat kejadian segera melerai pertengkaran. Abraham yang masih berupaya melawan kemudian diamankan dengan diborgol ke tiang rumah. Namun, tanpa sepengetahuan petugas, HS kembali mendekati korban dan memukulnya lagi di bagian dada. Pukulan tersebut diduga menjadi penyebab kematian Abraham yang langsung terjatuh dan lemas.
Korban segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly sebelum dilanjutkan ke Rumah Sakit Daerah Kefamenanu untuk autopsi. Sementara itu, kedua terduga pelaku, HS dan MDM, telah diamankan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H melalui Wakapolres Kupang, Kompol Ribka Huberta Hangge, S.H., M.H, membenarkan kejadian ini. Ia menyatakan bahwa penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap detail kasus dan keterlibatan kedua pelaku.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di media sosial. Biarkan proses hukum berjalan sesuai prosedur,” ujar Kompol Ribka dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis 12/9/2024
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga setempat. Proses hukum akan terus berlanjut untuk memastikan motif atas kejadian tersebut.
