BB – Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Oesao, pasar terbesar di Kabupaten Kupang, yang berlokasi di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur.
Sidak ini bertujuan untuk memantau kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus meninjau langsung kondisi pasar, termasuk masalah sampah dan penataan pedagang.
Dalam sidak ini, Bupati Yosef Lede didampingi oleh Staf Ahli Bupati Robert Ameheka, beberapa pimpinan OPD, Plt. Camat Kupang Timur Yosafat Dokobani, serta Lurah Oesao Sigith Manafe.
Saat kunjungan, Bupati Yosef Lede menyoroti penumpukan sampah dan kondisi pasar yang kumuh. Ia menegaskan bahwa penataan Pasar Oesao menjadi prioritas, agar pedagang dan pembeli dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Pasar ini harus ditata dengan baik agar tidak terlihat semrawut dan kotor. Pengelolaan sampah akan menjadi perhatian serius, dan pemerintah akan segera mengambil tindakan konkret,” ujar Yosef Selasa 11/03
Ia juga menekankan bahwa banyak pedagang masih berjualan di ruas jalan, yang menyebabkan kemacetan dan mengganggu kenyamanan pengunjung pasar.
Untuk mengatasi masalah ini, Yosef Lede menginstruksikan agar pedagang yang masih berjualan di jalan dipindahkan ke dalam area pasar yang telah disediakan oleh pemerintah.
“Kami akan menertibkan para pedagang agar mereka berjualan di tempat yang telah disiapkan. Ini juga akan menghilangkan praktik pendobelan retribusi yang merugikan pedagang,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah Kabupaten Kupang sedang mempersiapkan pembentukan Dinas Tata Kota dan Kebersihan, yang akan bertanggung jawab langsung dalam pengelolaan sampah di pasar.
Yosef Lede juga mengungkapkan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kabupaten Kupang sebagai solusi jangka panjang.
“Kami akan segera merealisasikan pembangunan TPA agar sampah di Pasar Oesao dan tempat lainnya bisa dikelola dengan lebih baik,” tambahnya.
Selain masalah kebersihan, Yosef Lede juga memastikan bahwa harga kebutuhan pokok di Pasar Oesao tetap stabil, terutama menjelang perayaan Idul Fitri dan Paskah.
Ia menegaskan bahwa sidak pasar akan dilakukan rutin setiap dua minggu untuk memastikan harga tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat.
“Masyarakat harus bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sementara pedagang juga harus tetap mendapat keuntungan yang wajar,” ungkapnya.
Sidak ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menata Pasar Oesao agar lebih bersih, nyaman, dan tertata rapi.
Dengan rencana penertiban pedagang, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta pembangunan TPA, diharapkan kondisi pasar akan semakin baik dan nyaman bagi semua pihak.
