Kupang, BBC – Pendidikan tidak semata-mata tentang ruang kelas, papan tulis dan buku pelajaran. Pendidikan adalah fondasi peradaban, yang menentukan arah masa depan sebuah bangsa.

Hal inilah yang kembali ditegaskan oleh Bupati Kupang, Yosef Lede ketika berbicara kepada awak media menjelang kedatangan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI di Sentra Efata Kupang.

Yosef menekankan, bahwa Sekolah Rakyat—program strategis yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia—telah menjadi jalan terang bagi anak-anak di daerah yang selama ini terkendala akses pendidikan formal.

Program ini, menurutnya, bukan sekadar alternatif, melainkan instrumen transformasi sosial yang menjawab problem struktural: tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Kupang.

“Sekolah Rakyat ini adalah solusi besar bagi anak-anak kita yang tidak sempat sekolah atau terpaksa berhenti. Pemerintah daerah berkewajiban memberikan dukungan penuh agar program ini berjalan baik dan memberikan dampak luar biasa,” ujar Yosef Pede penuh keyakinan.

Lebih jauh, Yosef menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas fisik untuk Sekolah Rakyat telah diajukan secara resmi ke kementerian. Proses administrasi kini tengah berlangsung dan ia optimistis dalam waktu dekat penetapan pembangunan akan segera terealisasi.

“Jika sekolah ini sudah berdiri dengan fasilitas yang layak, maka fokus anak-anak akan semakin jelas. Semua perhatian akan terarah ke sana dan Sekolah Rakyat akan benar-benar menjadi pilar kokoh bagi pendidikan di Kabupaten Kupang,” tambahnya.

Dalam kerangka ini, kehadiran Sekolah Rakyat dipandang sebagai social equalizer—penyeimbang sosial yang menjamin anak-anak dari berbagai latar belakang mendapat kesempatan yang sama. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan adalah hak universal, bukan privilese yang hanya dimiliki kelompok tertentu.

Bupati Yosef tidak berhenti pada aspek fasilitas pendidikan semata. Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi sebagai prasyarat kualitas pembelajaran. Baginya, anak-anak yang sehat dan bergizi seimbang akan lebih siap menyerap ilmu pengetahuan serta berdaya saing di masa depan.

“Kalau anak-anak diberikan makanan bergizi dengan porsi yang tepat, tentu proses belajar mereka akan jauh lebih baik. Pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan. Program gizi ini hadir agar anak-anak kita kuat, cerdas dan berdaya saing,” jelasnya.

Pemkab Kupang, lanjutnya, telah membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi standar gizi di setiap kecamatan. Tak hanya itu, pemerintah juga menggandeng ahli gizi agar implementasi program sesuai dengan standar kesehatan

Dalam perspektif kebijakan publik, Yosef menekankan pentingnya kolaborasi multipihak. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah, melainkan hasil kerja sama antara masyarakat, sekolah, orang tua dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berterima kasih kepada Presiden yang telah menghadirkan program ini. Tugas kami adalah memberikan dukungan penuh agar Sekolah Rakyat benar-benar menjawab tantangan pendidikan di Kabupaten Kupang,” tegas Yosef.

Ia menggarisbawahi bahwa keberlanjutan program ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kupang. Jika pendidikan dan gizi berjalan seiring, maka generasi mendatang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan tangguh secara sosial.

Pada akhirnya, Yosef memandang Sekolah Rakyat sebagai investasi peradaban. Di dalamnya terkandung visi bahwa setiap anak Kabuapten Kupang berhak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar dan berkontribusi bagi negeri.

“Sekolah Rakyat adalah investasi masa depan. Pendidikan yang layak dan gizi yang cukup akan melahirkan generasi unggul. Anak-anak Kupang tidak boleh tertinggal, mereka berhak menatap masa depan dengan penuh keyakinan,” tutup Yosef lede.