KUPANG, BBC — Di tengah sunyinya usia senja dan beratnya tekanan ekonomi yang dialami sebagian masyarakat pedesaan, secercah kepedulian hadir dari jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Fatuleu yang kembali menunjukkan wajah humanis institusi kepolisian melalui aksi sosial penyaluran bantuan sembako kepada dua warga lanjut usia di Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Rabu (20/5/2026).
Dua warga penerima bantuan tersebut adalah Terfina Lake dan Yakoba Bani, yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi di usia lanjut. Bantuan disalurkan langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Tolnaku, I Wayan Bhagiarta, dengan pendampingan Sekretaris Desa Tolnaku, Jemi Yanrey Bait.
Kegiatan itu berlangsung tanpa kemewahan seremonial. Tidak ada panggung besar ataupun barisan panjang penyambutan. Namun justru dalam kesederhanaan itulah, nilai kemanusiaan terasa begitu kuat. Kehadiran aparat kepolisian di rumah-rumah warga lansia menjadi simbol bahwa negara belum sepenuhnya meninggalkan mereka yang hidup dalam kerentanan sosial.
Sekretaris Desa Tolnaku, Jemi Yanrey Bait menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kapolsek Fatuleu beserta seluruh jajaran yang dinilai tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga merawat nilai-nilai sosial kemasyarakatan dengan hati nurani dan empati.
Menurut Jemi, perhatian yang diberikan Polsek Fatuleu memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding nilai material bantuan yang diterima warga.
“Kami sungguh bersyukur dan menyampaikan penghormatan yang tulus kepada Kapolsek Fatuleu dan seluruh jajaran. Apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar memberikan sembako, tetapi menghadirkan rasa peduli kepada warga kami yang sudah lanjut usia dan hidup dalam keterbatasan,” ujar Jemi dengan nada haru.
Ia menjelaskan bahwa di desa-desa, banyak warga lanjut usia menjalani kehidupan yang sunyi dan penuh perjuangan. Sebagian dari mereka hidup dengan kondisi ekonomi yang terbatas, kesehatan yang menurun, bahkan tidak lagi memiliki kemampuan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dalam situasi seperti itu, kata Jemi, perhatian kecil sekalipun memiliki dampak psikologis dan moral yang sangat besar bagi para lansia.
“Bagi masyarakat kota, mungkin bantuan seperti ini terlihat sederhana. Tetapi bagi warga lansia di desa yang hidup dalam kekurangan, kehadiran orang yang datang mengetuk pintu rumah sambil membawa perhatian dan kepedulian adalah sesuatu yang sangat menyentuh hati,” katanya.
Ia menilai pendekatan humanis yang dilakukan Polsek Fatuleu merupakan bentuk pelayanan publik yang bermartabat dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Menurutnya, institusi kepolisian saat ini tidak hanya dituntut hadir sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai penguat solidaritas sosial di tengah masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kami melihat Polsek Fatuleu hadir bukan hanya sebagai aparat negara, tetapi sebagai saudara bagi masyarakat kecil. Ketika polisi mau datang melihat langsung kondisi warga lansia yang lemah secara ekonomi, di situlah masyarakat merasa dihargai dan tidak ditinggalkan,” ungkapnya.
Jemi juga menyampaikan bahwa perhatian sosial seperti ini sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, terutama di wilayah pedesaan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sejatinya tidak semata diukur dari berdirinya infrastruktur fisik, melainkan dari kemampuan negara dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga martabat manusia, terutama mereka yang paling rentan.
“Kami percaya bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun atau gedung yang berdiri, tetapi juga dari seberapa besar kepedulian yang diberikan kepada masyarakat kecil, kepada orang tua yang sudah tidak kuat bekerja dan kepada mereka yang sering terlupakan,” tuturnya.
Atas nama Pemerintah Desa Tolnaku, Jemi menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada Kapolsek Fatuleu serta seluruh jajaran yang telah menunjukkan ketulusan dalam melayani masyarakat.
Ia berharap semangat kemanusiaan seperti itu terus dipelihara dan menjadi budaya pelayanan publik di tengah kehidupan masyarakat.
“Kami mewakili warga Desa Tolnaku, khususnya kedua orang tua penerima bantuan ini, menyampaikan hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Kapolsek Fatuleu dan seluruh jajaran. Semoga ketulusan seperti ini terus hidup dan menjadi inspirasi bahwa tugas kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Di sudut rumah sederhana tempat bantuan itu diserahkan, wajah-wajah renta yang dipenuhi garis kehidupan tampak menyimpan rasa haru yang sulit diucapkan dengan kata-kata. Di usia yang semakin senja, ketika tenaga mulai melemah dan penghasilan tidak lagi pasti, perhatian kecil menjadi penguat bahwa mereka masih dianggap ada.
Kegiatan sosial yang dilakukan Polsek Fatuleu itu pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar penyaluran bantuan sembako. Ia menjelma menjadi pesan moral bahwa kemanusiaan tidak boleh hilang di tengah perubahan zaman.
Sebab dalam kehidupan masyarakat desa yang sederhana, kepedulian sering kali bukan diukur dari seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan dari ketulusan hati orang-orang yang masih bersedia datang, mendengar dan peduli terhadap penderitaan sesamanya.
