KUPANG, BBC — Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menegaskan orientasi kebijakan pembangunan berbasis kolaborasi antardaerah melalui penguatan mekanisme knowledge sharing sektor ekonomi lokal strategis.

Komitmen tersebut tercermin dalam penerimaan kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah di Kantor Bupati Kupang, Selasa (24/02/2026).

Kunjungan yang dipimpin Ketua DPRD Sumba Tengah Arpud Umbu Mangalema bersama unsur pimpinan lembaga legislatif daerah tersebut difokuskan pada pendalaman tata kelola komoditas garam sebagai instrumen pembangunan ekonomi wilayah pesisir yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kupang menegaskan bahwa kunjungan ini merefleksikan praktik interregional cooperation yang konstruktif, yakni pertukaran pengalaman empiris, inovasi kebijakan, serta strategi implementasi pengelolaan sumber daya lokal.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif semacam ini merupakan bagian dari paradigma pembangunan modern yang menekankan sinergi lintas wilayah dan optimalisasi kapasitas daerah.

Ia menjelaskan bahwa kesamaan karakteristik geografis dan sosial-ekonomi antara kedua daerah menjadi landasan strategis dalam membangun kerja sama yang adaptif dan kontekstual.

Meskipun Kabupaten Kupang kini berkembang sebagai salah satu sentra produksi garam di Nusa Tenggara Timur, proses tersebut, katanya, berlangsung melalui tahapan panjang yang sarat dinamika struktural maupun sosial.

“Pengembangan sektor garam merupakan proses institusional yang kompleks. Tantangan yang kami hadapi meliputi aspek sosial, komunikasi dengan masyarakat, penyesuaian regulasi, hingga penguatan skema investasi. Namun melalui pendekatan partisipatif dan tata kelola kolaboratif, sektor ini mulai memberikan kontribusi nyata terhadap PAD daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan komoditas strategis berbasis sumber daya alam sangat ditentukan oleh integrasi multipihak.

Pemerintah daerah, masyarakat lokal, pelaku usaha, serta tokoh adat memiliki peran simultan dalam menciptakan legitimasi sosial, stabilitas kebijakan dan keberlanjutan program pembangunan.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumba Tengah menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam berbagi praktik terbaik (best practices) pengelolaan potensi garam.

Ia menilai Kupang sebagai salah satu model pengembangan komoditas lokal yang menunjukkan kemajuan signifikan melalui pendekatan kelembagaan yang sistematis dan berorientasi jangka panjang.

Menurutnya, Kabupaten Sumba Tengah saat ini tengah berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi pesisir, namun masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, kapasitas teknis, serta pengalaman tata kelola. Oleh karena itu, kunjungan ini dimaksudkan sebagai upaya pembelajaran strategis guna merumuskan kebijakan yang berbasis evidensi dan pengalaman empiris daerah lain.

“Kami ingin memperoleh pemahaman komprehensif terkait pola kemitraan investasi, mekanisme perizinan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kelembagaan ekonomi lokal sebagai fondasi pengembangan industri garam di daerah kami,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat dua kawasan potensial pengembangan garam di wilayahnya, yakni kawasan pesisir selatan yang memiliki orientasi pengembangan pariwisata serta kawasan utara yang telah melalui tahapan survei dan kajian teknis mendalam sebagai basis pengembangan produksi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran perangkat daerah terkait lingkup ekonomi dan investasi Kabupaten Kupang.

Melalui forum ini, kedua daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi pembangunan berbasis potensi lokal, memperluas jejaring kerja sama ekonomi regional, serta mendorong model pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, inklusif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara sistemik.