Kupang, BBC — Dalam rangka memperkuat kelembagaan ekonomi desa, Pemerintah Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, menyelenggarakan pelatihan intensif bagi seluruh pengurus Koperasi Merah Putih. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, 1–2 Agustus 2025, bertempat di Aula Kantor Desa Tolnaku.

Pelatihan ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk memperkuat pemahaman para pengurus koperasi terhadap peran, fungsi, dan tanggung jawab dalam pengelolaan organisasi ekonomi berbasis komunitas desa.

Kepala Desa Tolnaku, Ananias Mella, dalam sambutannya menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar entitas administratif, melainkan instrumen nyata untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan warga desa.

“Koperasi Merah Putih adalah milik bersama. Pengurus yang telah terpilih harus memahami struktur dan mekanisme pengelolaan koperasi secara baik dan profesional. Kegiatan pelatihan ini adalah fondasi awal yang menentukan arah perjalanan koperasi ke depan,” ujar Mella.

Pelatihan ini tidak hanya bersifat teknis-administratif, tetapi juga mencakup pembekalan konseptual mengenai asas koperasi, prinsip tata kelola yang baik (good governance), serta strategi penguatan modal sosial dan ekonomi warga. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas dan partisipasi aktif anggota dalam setiap proses pengambilan keputusan koperasi.

Materi pelatihan disampaikan oleh fasilitator dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kupang, yang memberikan arahan tentang penyusunan rencana kerja koperasi, pengelolaan keuangan yang akuntabel, hingga pengembangan unit usaha produktif yang relevan dengan potensi lokal.

Koperasi desa, dalam konteks pembangunan berkelanjutan, memiliki fungsi vital sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal, pengentasan kemiskinan dan distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil.

Dalam konteks itu, Kepala Desa Tolnaku menekankan bahwa keberhasilan koperasi bukan semata-mata diukur dari jumlah modal atau aset, tetapi dari keberdayaan anggota dan dampak nyata terhadap kehidupan warga desa.

“Kita ingin koperasi ini menjadi kekuatan ekonomi yang menyejahterakan, bukan sekadar simbol administratif. Maka penguatan kapasitas sumber daya manusia pengurus adalah investasi jangka panjang yang harus terus kita dorong,” tambah Mella.

Pelatihan pengurus Koperasi Merah Putih ini diharapkan menjadi titik tolak transformasi kelembagaan ekonomi desa yang inklusif, demokratis dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Tolnaku menargetkan agar dalam kurun waktu satu tahun ke depan, koperasi ini sudah mampu menjalankan unit usaha secara mandiri, memberikan layanan keuangan mikro, serta memfasilitasi akses pasar bagi produk-produk lokal warga desa.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh dari masyarakat, Koperasi Merah Putih Tolnaku diyakini dapat menjadi model koperasi desa modern yang tangguh dan adaptif di tengah tantangan ekonomi global.