KUPANG, BBC – Upaya membangun masyarakat yang sejahtera tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga melalui pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Prinsip itulah yang tercermin dalam kegiatan pembagian bantuan pangan kepada 245 kepala keluarga di Desa Nonbaun, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu (24/6/2026), yang dirangkaikan dengan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Puskesmas Oelbiteno.

Bertempat di Aula Kantor Desa Nonbaun, sebanyak 245 kepala keluarga menerima bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan penuh antusiasme masyarakat yang sejak pagi telah memadati lokasi penyaluran bantuan.

Bagi Pemerintah Desa Nonbaun, kegiatan ini bukan sekadar agenda penyaluran bantuan sosial, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.

Kepala Desa Nonbaun, Zet Koib, mengatakan bahwa bantuan pangan yang diterima masyarakat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat pedesaan yang masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial.

Menurutnya, ketahanan pangan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Sebab, keluarga yang kebutuhan pangannya terpenuhi akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kehidupan sosial.

“Hari ini kita bersyukur karena sebanyak 245 kepala keluarga menerima bantuan pangan. Bantuan ini bukan hanya tentang beras dan minyak goreng, tetapi tentang kepedulian, tentang perhatian pemerintah kepada masyarakat dan tentang upaya bersama untuk memastikan tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya,” ujar Zet Koib kepada media.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan harus dimulai dari keluarga yang kuat. Sementara keluarga yang kuat lahir dari masyarakat yang sehat dan memiliki kecukupan pangan.

Karena itu, menurutnya, setiap program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat harus dijalankan secara serius, transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.

“Kami selalu berkomitmen agar setiap bantuan yang masuk ke desa dapat diterima oleh masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip yang terus kami pegang karena bantuan ini adalah hak masyarakat yang harus disalurkan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Lebih lanjut, Zet Koib menilai bahwa bantuan pangan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar distribusi kebutuhan pokok. Di balik setiap kilogram beras yang diterima warga, terdapat harapan agar keluarga-keluarga di desa mampu bertahan, tumbuh dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan manusia. Ketika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, maka ruang untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan produktivitas akan semakin terbuka.

“Pangan adalah kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan manusia. Jika kebutuhan pangan terpenuhi, masyarakat akan lebih tenang bekerja, anak-anak dapat belajar dengan baik dan keluarga dapat menjalani kehidupan dengan lebih bermartabat. Karena itu, kami sangat mengapresiasi program bantuan pangan yang terus hadir membantu masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zet Koib juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dari Puskesmas Oelbiteno yang turut menghadirkan pelayanan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.

Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan warga.

Menurutnya, pembangunan tidak dapat dipisahkan antara aspek pangan dan kesehatan karena keduanya merupakan pilar utama kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini masyarakat tidak hanya menerima bantuan pangan, tetapi juga memperoleh layanan kesehatan gratis. Ini adalah pendekatan pembangunan yang sangat baik karena pangan dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Keluarga yang sehat akan lebih produktif dan keluarga yang kebutuhan pangannya terpenuhi akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Zet Koib mengatakan bahwa pelayanan kesehatan yang hadir langsung di tengah masyarakat merupakan wujud nyata pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan rakyat.

Ia berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka sebagai langkah awal dalam mencegah berbagai penyakit.

“Kami berterima kasih kepada Puskesmas Oelbiteno yang telah mendukung kegiatan ini. Kehadiran tenaga kesehatan di tengah masyarakat menunjukkan bahwa pelayanan publik harus mampu menjangkau warga hingga ke tingkat desa. Inilah bentuk pelayanan yang sesungguhnya, pelayanan yang hadir, mendengar dan melayani masyarakat secara langsung,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga pola hidup sehat, memperhatikan asupan gizi keluarga, serta memanfaatkan berbagai program kesehatan yang disediakan pemerintah.

Menurutnya, pembangunan desa pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, investasi terbesar yang harus terus diperjuangkan adalah kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat Nonbaun tidak hanya tercukupi kebutuhan pangannya, tetapi juga memiliki kualitas kesehatan yang baik. Pembangunan yang paling berharga bukan hanya bangunan fisik yang berdiri megah, melainkan manusia yang sehat, kuat, cerdas dan mampu membangun masa depannya sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa masa depan desa sesungguhnya bertumpu pada kemampuan masyarakat untuk menjaga ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan zaman.

Karena itu, pemerintah desa akan terus mendukung setiap program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang sosial, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Semoga apa yang diterima hari ini membawa manfaat bagi keluarga masing-masing dan menjadi berkat bagi seluruh warga Desa Nonbaun. Mari kita terus menjaga semangat gotong royong, persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun desa yang semakin maju, sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Kegiatan pembagian bantuan pangan dan pelayanan Cek Kesehatan Gratis berlangsung dalam suasana tertib, aman dan penuh kebersamaan. Di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat pedesaan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan yang sejati bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, melainkan tentang memastikan setiap keluarga memiliki pangan yang cukup, kesehatan yang terjaga dan harapan yang terus menyala untuk masa depan yang lebih baik.