KUPANG, BBC – Pembangunan sektor pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik peserta didik, tetapi juga ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sebagai penunjang proses pembelajaran.

Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan, kehadiran fasilitas pendidikan yang layak merupakan investasi strategis untuk menciptakan generasi yang unggul, berdaya saing dan berkarakter.

Harapan tersebut kini mulai terwujud di UPTD SMP Negeri 13 Fatuleu, Kabupaten Kupang, setelah sekolah tersebut memperoleh program revitalisasi gedung sekolah dengan nilai anggaran sebesar Rp1.255.420.000.

Program ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru yang dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja perwakilan enam kementerian bersama Perkumpulan Seruni Kabinet Merah Putih beberapa waktu lalu.

Kepala UPTD SMP Negeri 13 Fatuleu, Desmis M. Toelle, S.Pd.Gr, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi pendidikan di wilayah Fatuleu.

Menurut Desmis, program revitalisasi tersebut bukan sekadar pembangunan fisik bangunan sekolah, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.

“Revitalisasi ini merupakan jawaban atas doa dan harapan yang kami nantikan bertahun-tahun. Sebagai pendidik yang setiap hari berada di lingkungan sekolah, kami memahami betul bagaimana kondisi sarana yang ada selama ini. Karena itu, ketika bantuan ini hadir, kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa,” ujar Desmis saat ditemui media di Fatuleu, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun pihak sekolah terus berupaya menjalankan proses pendidikan secara optimal meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas.

Namun demikian, semangat para guru dan peserta didik tidak pernah surut dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

“Kami selalu berusaha memastikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Guru-guru kami tetap mengajar dengan penuh dedikasi dan siswa-siswa kami tetap belajar dengan semangat yang tinggi. Akan tetapi, kami juga menyadari bahwa kualitas pendidikan membutuhkan dukungan lingkungan belajar yang layak dan aman,” katanya.

Desmis mengungkapkan bahwa kondisi sejumlah bangunan sekolah sebelumnya memang memerlukan perhatian serius. Beberapa ruang belajar mengalami kerusakan yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran.

“Selama ini kami menghadapi berbagai tantangan terkait kondisi fisik sekolah. Ada ruang yang memerlukan perbaikan, ada fasilitas yang perlu diperbarui dan ada kebutuhan-kebutuhan lain yang harus dipenuhi agar proses pembelajaran berlangsung secara lebih optimal. Oleh karena itu, bantuan revitalisasi ini memiliki makna yang sangat besar bagi kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kunjungan kerja yang dilakukan perwakilan enam kementerian bersama Perkumpulan Seruni Kabinet Merah Putih menjadi momentum bersejarah bagi keluarga besar SMP Negeri 13 Fatuleu.

Selain peletakan batu pertama pembangunan gedung baru, sekolah juga menerima berbagai bantuan pendukung pendidikan berupa buku-buku bacaan, bibit tanaman, serta sejumlah perangkat elektronik yang akan dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar.

“Kami melihat bahwa perhatian yang diberikan tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung semata. Bantuan buku, bibit tanaman dan perangkat elektronik menunjukkan adanya pendekatan pembangunan pendidikan yang lebih komprehensif. Ini merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti bagi sekolah kami,” ungkap Desmis.

Menurutnya, pendidikan modern membutuhkan ekosistem pembelajaran yang mampu mendukung pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun pembentukan karakter.

“Sekolah yang baik bukan hanya memiliki guru yang berkualitas, tetapi juga lingkungan belajar yang mampu menumbuhkan kreativitas, rasa aman dan motivasi belajar peserta didik. Karena itu, revitalisasi ini akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah kami,” ujarnya.

Desmis menambahkan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan yang layak merupakan bentuk investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Menurutnya, setiap ruang kelas yang dibangun sesungguhnya merupakan ruang tempat lahirnya cita-cita, pengetahuan dan harapan masa depan anak-anak bangsa.

“Ketika pemerintah membangun sekolah, sesungguhnya pemerintah sedang membangun masa depan. Di ruang-ruang kelas inilah anak-anak belajar mengenal ilmu pengetahuan, mengembangkan karakter dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi daerah maupun bangsa,” tuturnya.

Atas nama seluruh guru, peserta didik, komite sekolah, dan orang tua murid, Desmis menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, kementerian terkait, Perkumpulan Seruni Kabinet Merah Putih, serta seluruh pihak yang telah memperjuangkan hadirnya program revitalisasi tersebut.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian kepada SMP Negeri 13 Fatuleu. Bantuan ini menjadi bukti bahwa pendidikan di wilayah pedesaan juga mendapatkan perhatian yang serius dalam agenda pembangunan nasional,” katanya.

Ia juga berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh para peserta didik.

“Kami berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan. Kami juga berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang nantinya dibangun dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan pendidikan anak-anak kami,” tegasnya.

Lebih jauh, Desmis menegaskan bahwa revitalisasi sekolah harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat budaya pendidikan di lingkungan sekolah.

“Kami tidak ingin revitalisasi ini hanya berhenti pada pembangunan gedung. Kami ingin menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat disiplin, menumbuhkan budaya literasi dan membangun prestasi peserta didik yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Program revitalisasi UPTD SMP Negeri 13 Fatuleu menjadi salah satu contoh nyata upaya pemerataan pembangunan pendidikan di daerah. Dengan hadirnya fasilitas yang lebih representatif, aman dan nyaman, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efektif sehingga mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.