Kupang, BBC — Kepala Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Maksen Lifu, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat desa atas semangat gotong royong dalam memperbaiki infrastruktur desa.

Dalam pernyataan kepada media pada Selasa (22/7), Lifu menyoroti keterlibatan aktif para Kepala Dusun, Ketua RT/RW dan masyarakat yang secara sukarela bahu membahu melaksanakan berbagai pekerjaan fisik seperti perkerasan jalan, penambalan lubang dengan sertu, hingga pembangunan tangga permanen.

“Kami sangat berterima kasih dan bangga atas inisiatif serta kekompakan masyarakat. Semua alat, bahan dan tenaga dikerahkan secara swadaya. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup di Desa Kuimasi,” ujar Maksen Lifu.

Pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan meliputi penambalan lubang dengan sertu untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, dibangun pula tangga permanen di beberapa titik rawan yang sebelumnya menjadi kendala akses masyarakat.

Menariknya, seluruh kegiatan tersebut dilakukan tanpa anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah, melainkan murni hasil kontribusi masyarakat. Alat, material, hingga tenaga kerja semuanya berasal dari kesadaran kolektif warga yang menginginkan perubahan nyata di lingkungan mereka.

Maksen Lifu menegaskan bahwa Pemerintah Desa Kuimasi akan terus mendukung dan memfasilitasi inisiatif-inisiatif warga, terutama yang berbasis swadaya dan gotong royong.

“Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan. Jika masyarakat sudah lebih dulu bergerak, maka tugas kami adalah memastikan kerja-kerja baik ini tidak sia-sia dan didorong agar berkelanjutan,” lanjutnya.

Apa yang terjadi di Desa Kuimasi menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu anggaran besar, melainkan bisa dimulai dari solidaritas dan kesadaran warga.

Semangat gotong royong ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang, bahkan di Nusa Tenggara Timur.