BB — Dalam suasana khidmat memperingati Hari Lahir Pancasila, Pemerintah Kabupaten Kupang menggelar upacara resmi di Lapangan Kantor Bupati, Senin (2/6/2025) pagi.

Momentum ini dimanfaatkan secara strategis oleh Bupati Kupang, Yosef Lede untuk menyampaikan pesan visioner dan reflektif kepada 225 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 yang hadir mengikuti upacara.

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa menjadi seorang aparatur sipil negara (ASN) bukan semata-mata perkara administratif, melainkan panggilan hidup yang mengandung nilai pengabdian, integritas, dan dedikasi tinggi.

Ia menyampaikan bahwa proses seleksi CPNS yang ketat dan kompetitif telah menjaring pribadi-pribadi terbaik yang dipercaya untuk menjadi pelayan masyarakat.

“Mau jadi PNS itu tidak mudah. Kalian bersaing dengan ribuan orang. Tidak semua terpanggil, tidak semua orang terpilih. Kalian adalah orang-orang terbaik yang dipilih Tuhan saat ini untuk mengabdi kepada masyarakat. Jangan sia-siakan itu. Kalian diberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkap Bupati dengan nada tegas namun penuh kehangatan.

Bupati Yosef juga mengingatkan agar para CPNS segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, membangun komunikasi yang sehat, dan menjunjung tinggi etika birokrasi.

Ia menegaskan bahwa loyalitas terhadap daerah penugasan harus diutamakan, bukan menjadikan status ASN sebagai batu loncatan menuju daerah lain.

“Mengabdi di Kabupaten Kupang itu harus dari hati. Kalau hanya ingin cepat pindah, bagaimana kita bisa membangun pelayanan publik yang konsisten dan berkualitas? Komitmen minimal dua puluh tahun adalah bentuk tanggung jawab moral dan profesional,” ujar Yosef menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengabdian.

Sementara itu, dua orang CPNS yang ditemui tim Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan.

Maria Sonbai, CPNS yang ditempatkan di Dinas PUPR Kabupaten Kupang, mengaku optimis dan siap belajar banyak dalam tahap awal pengabdiannya.

“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan. SK ini menjadi awal dari tanggung jawab besar saya sebagai abdi negara. Saya siap belajar, bekerja keras, dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya dengan semangat.

Hal senada disampaikan Dodi Ludji, CPNS tenaga kesehatan yang akan bertugas di Puskesmas Sulamu. Ia menyebut penugasan ini sebagai bentuk panggilan iman yang harus dijalani dengan penuh kasih dan dedikasi.

“Saya percaya bahwa melayani masyarakat adalah cara saya membalas berkat Tuhan. Tugas saya dekat langsung dengan masyarakat, jadi saya ingin hadir sebagai penyambung harapan dan solusi kesehatan mereka,” tuturnya.

Momentum Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan penyerahan simbolik SK CPNS menjadi refleksi kuat akan pentingnya nilai-nilai dasar ideologi bangsa dalam praktik birokrasi.

Integritas, keadilan sosial, dan semangat gotong royong menjadi pilar penting dalam membentuk ASN yang profesional dan humanis.

Melalui arahan yang sarat nilai-nilai spiritual dan nasionalisme ini, Bupati Kupang berupaya menciptakan kultur birokrasi yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Pesan “diberkati untuk jadi berkat” bukan hanya ungkapan retoris, melainkan pedoman etis bagi CPNS Kabupaten Kupang untuk menjalani masa baktinya dengan sepenuh hati.