Kupang, BBC – Camat Amfoang Tengah, Mars Prayudin Bureni, SP., menegaskan bahwa Karang Taruna di wilayahnya kini menjadi motor penggerak utama pemberdayaan ekonomi kreatif desa.
Hal ini sejalan dengan momentum Bulan Bhakti Karang Taruna tahun 2025 yang digelar di berbagai desa dalam lingkup Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang.
Dalam keterangannya kepada media ini pada Sabtu 27/09/2025 pagi, Camat Bureni menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan menaruh perhatian besar pada penguatan kelembagaan Karang Taruna baik di tingkat kecamatan maupun desa.
Menurutnya, Karang Taruna tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai organisasi sosial, tetapi harus ditempatkan sebagai agen pembangunan desa yang memiliki kapasitas manajerial, inovasi dan semangat kewirausahaan.
Camat Bureni mengungkapkan, program pemberdayaan Karang Taruna dilakukan melalui kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat desa, dengan sumber pendanaan yang berasal dari Dana Desa.
Bentuk kegiatan tersebut antara lain pengembangan hortikultura, budidaya ikan air tawar dengan pola bioflok, peternakan ayam petelur dan ayam pedaging, penggemukan sapi serta pengembangan komoditas unggulan seperti jeruk keprok, kopi, pinang dan mangga harum manis.
Menurutnya, komoditas-komoditas tersebut dipilih secara strategis karena memiliki potensi pasar yang menjanjikan, baik untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun membuka peluang ekspor di masa depan.
“Kita ingin agar Karang Taruna menjadi lokomotif yang menghubungkan desa dengan pasar, sehingga hasil kerja keras masyarakat bisa bernilai ekonomi tinggi dan membawa kesejahteraan,” tegas Camat Bureni.
Tidak hanya fokus pada sektor ekonomi, program Karang Taruna di Amfoang Tengah juga diarahkan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penanganan stunting.
Melalui inovasi berbasis budaya lokal seperti penguatan konsumsi sirih pinang, pemerintah kecamatan mendorong agar setiap kegiatan pembangunan desa turut berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak.
“Pembangunan harus bermakna holistik, bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, Karang Taruna kita dorong untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan masalah stunting,” jelasnya.
Dalam implementasi nyata, beberapa desa di Amfoang Tengah telah melaksanakan program unggulan. Desa Fatumonas misalnya, fokus pada pengembangan hortikultura, ayam petelur, ayam pedaging, ikan air tawar serta jeruk keprok.
Desa Bitobe mengembangkan ikan air tawar, ayam petelur, ayam pedaging, kopi, pinang bonak, serta hortikultura. Desa Bonmuti lebih menitikberatkan pada penggemukan sapi, jeruk keprok dan hortikultura. Sementara Desa Binafun berfokus pada hortikultura, ayam pedaging dan jeruk keprok.
“Setiap desa kita arahkan agar memiliki ciri khas komoditas unggulan, sehingga tidak hanya berdaya saing, tetapi juga saling melengkapi dalam jaringan ekonomi kawasan,” papar Camat Bureni.
Mars Prayudin Bureni menegaskan bahwa pendekatan kepemimpinan di Amfoang Tengah adalah kepemimpinan yang merakyat.
Ia kerap turun langsung ke desa-desa untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, memotivasi generasi muda dan memastikan program berjalan sesuai kebutuhan warga.
“Rakyat harus merasakan kehadiran pemerintah secara nyata. Karang Taruna adalah representasi energi muda desa yang harus diberdayakan, karena dari sanalah lahir inovasi, kerja keras dan harapan baru,” ujarnya penuh optimisme.
Dengan program terpadu ini, Amfoang Tengah diproyeksikan akan menjadi salah satu lumbung ekonomi kreatif berbasis desa di Kabupaten Kupang.
Harapan besar diletakkan pada peran Karang Taruna yang tidak hanya membangun solidaritas sosial, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan berkelanjutan.
“Jika Karang Taruna kuat, maka desa akan berdaya. Jika desa berdaya, maka rakyat akan sejahtera,” pungkas Camat Mars Prayudin Bureni.
