Kupang, BBC —– Suasana Natal yang hening, khidmat dan sarat makna menyelimuti Gedung Grha Cendana Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Senin (12/1/2026).
Dalam keheningan yang tidak sunyi itu, Natal menjelma sebagai peristiwa reflektif—sebuah ruang batin tempat iman, kemanusiaan dan pengabdian saling menyapa dalam satu kesadaran kebangsaan.
Natal tidak hadir semata sebagai perayaan ritual keagamaan, melainkan sebagai teks moral yang dibaca bersama: tentang terang yang mengalahkan gelap, tentang kasih yang melampaui kepentingan diri dan tentang pengabdian yang menemukan maknanya ketika diletakkan bagi sesama dan bangsa.
Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki hadir dalam Perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 Komando Resor Militer (Korem) 161/Wira Sakti Kupang. Perayaan tersebut kian bermakna dengan kehadiran Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc, bersama jajaran TNI dan para undangan.
Di lingkungan Korem 161/Wira Sakti Kupang, Natal menjelma sebagai ruang dialektika antara iman dan kebangsaan. Nilai-nilai Kristiani—tentang terang yang menuntun nurani, pengorbanan yang melampaui ego, kerendahan hati yang melahirkan kebijaksanaan serta damai sejahtera yang merawat persaudaraan—berpadu dengan etos pengabdian prajurit yang setia menjaga kedaulatan, keamanan dan persatuan bangsa, khususnya di bentang timur Indonesia yang kaya akan harapan sekaligus tantangan.
Dalam pesan Natalnya, Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus merupakan sumber energi moral dan spiritual yang melintasi ruang dan waktu.
Nilai kelahiran itu, menurutnya, menjadi fondasi etis bagi setiap insan yang memilih jalan pengabdian, termasuk para prajurit TNI Angkatan Darat yang setiap hari berdiri di garis depan pengorbanan demi negara.
“Peristiwa kelahiran Yesus Kristus menghadirkan terang, harapan dan kedamaian. Terang itu kiranya menguatkan iman, meneguhkan pengabdian, serta memelihara semangat pengorbanan para prajurit dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan persatuan bangsa,” ujar Aurum
Lebih jauh, Aurum memaknai Natal sebagai momen reflektif yang mengajak manusia kembali pada hakikat kemanusiaannya. Natal, katanya, mengingatkan bahwa kekuatan sejati tidak lahir dari kuasa yang memerintah, melainkan dari iman yang membimbing; bahwa pengabdian yang abadi tidak tumbuh dari ambisi, melainkan dari kasih yang tulus dan kesetiaan pada nilai.
Pada kesempatan tersebut, Aurum juga menyampaikan ucapan Selamat Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 kepada seluruh jajaran Korem 161/Wira Sakti Kupang beserta keluarga.
Ia berharap damai Natal menjadi energi batin yang terus menggerakkan prajurit dalam melayani rakyat dengan kejernihan hati, keteguhan nurani, dan integritas moral.
Memasuki Tahun Baru 2026, Wakil Bupati Kupang menegaskan pentingnya sinergi yang semakin erat antara TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Kupang.
Sinergi tersebut, menurutnya, merupakan prasyarat strategis dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat ketahanan masyarakat, dan mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Saya berharap kerja sama dan sinergi antara TNI AD dan pemerintah daerah terus terpelihara dengan kokoh, melayani rakyat dengan hati yang tulus, tanggung jawab yang bermartabat serta semangat kebersamaan,” katanya.
Dalam suasana Natal yang penuh sukacita dan permenungan, Aurum juga menyampaikan doa dan harapan khusus kepada KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak beserta keluarga.
Ia berharap damai Natal senantiasa menyertai kepemimpinan tertinggi TNI Angkatan Darat dalam mengemban amanah pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Semoga Natal menjadi sumber kekuatan, hikmat, dan keteguhan dalam setiap tugas pengabdian. Dan memasuki Tahun Baru 2026, kiranya Tuhan melimpahkan kesehatan, kebijaksanaan, serta keberhasilan,” ucap Aurum.
Perayaan Natal Korem 161/Wira Sakti Kupang tahun ini menegaskan satu pesan fundamental: pengabdian kepada negara tidak hanya ditopang oleh kekuatan fisik dan persenjataan, melainkan berakar pada nilai iman, kemanusiaan dan cinta kasih. Nilai-nilai inilah yang menjadi pelita di tengah beratnya tugas menjaga negeri di kawasan timur Indonesia.
Natal pun hadir sebagai pengingat yang lembut namun tegas—bahwa selama iman tetap menyala dan kasih tetap hidup, pengabdian kepada bangsa akan selalu menemukan arah, makna dan tujuannya.
— Tutup Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki
