BB – SMP Negeri 2 Kupang Timur yang terletak di Jalan Dulu Rasa, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, kini dalam kondisi yang memprihatinkan.
Sejak didirikan pada tahun 1995, sekolah ini belum pernah mengalami rehabilitasi gedung. Kepala Sekolah SMPN 2 Kupang Timur, Florince Lumba, S.Pd, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah sudah mendesak untuk segera diperbaiki.
“Sekolah ini berdiri sejak 1995 dan belum pernah direhabilitasi. Cat pada dinding masih asli, dan beberapa ruangan, termasuk ruang guru, telah mengalami kerusakan parah pada plafon dan atap,” ujar Florince saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 22 Juli 2024.
Kerusakan yang paling signifikan terjadi pada atap sebelah utara yang hancur akibat badai Seroja pada tahun 2021. Hingga kini, belum ada tindakan perbaikan yang dilakukan.
Florince berharap, perbaikan data pokok pendidikan (dapodik) melalui sarana prasarana (sarpras) yang dilakukan beberapa waktu lalu dapat menarik perhatian pihak terkait untuk segera memperbaiki kondisi sekolah.
“Operator sekolah telah bekerja dengan baik dalam memperbarui dokumen sarpras, sehingga kami berharap pada tahun 2025 bisa mendapatkan perbaikan yang sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Florince juga menegaskan bahwa untuk tahun ajaran 2024-2025, sekolah memiliki beberapa fokus utama, termasuk pemetaan sistem, kedisiplinan pegawai dan siswa, serta pembelajaran di kelas.
Berkat kerja keras seluruh pihak, SMPN 2 Kupang Timur berhasil meraih akreditasi dengan nilai 95 dan predikat A pada Oktober 2023, meningkat dari nilai 64 dan predikat C yang diterima 12 tahun sebelumnya.
“Dengan kerja sama yang baik antara guru, komite, dan orang tua siswa, kami telah mencapai banyak hal. Namun, untuk terus maju dan memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa, rehabilitasi gedung sekolah ini sangat mendesak,” tegas Florince.
SMPN 2 Kupang Timur yang berdiri di atas lahan seluas 28.000 m2 ini berbatasan dengan rumah warga di sebelah timur dan selatan, jalan umum di barat, dan lahan terbuka untuk kegiatan siswa di utara.
Sekolah ini menyediakan ruang untuk kegiatan pramuka dan pembelajaran berbasis lingkungan. Namun, tanpa perbaikan yang segera, kualitas pendidikan dan kenyamanan belajar di sekolah ini bisa terus menurun.
Florince Lumba berharap, dengan perbaikan yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2025, SMPN 2 Kupang Timur akan menjadi tempat yang lebih baik bagi siswa untuk belajar dan berkembang.
“Kami menantikan perhatian dari pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan dan rehabilitasi yang sudah lama dinanti,” pungkasnya.
