BB – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraan terakhirnya di Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (16/8). Dalam momen penuh emosional ini, Jokowi mengenakan busana adat demang Betawi dan merefleksikan perjalanan 10 tahun masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Dalam pidatonya, Jokowi menyoroti berbagai pencapaian signifikan selama dua periode kepemimpinannya. Salah satu fokus utamanya adalah pendekatan “Indonesiasentris” yang diterapkan dalam pembangunan infrastruktur, terutama di daerah terluar dan terpencil. Dengan memperluas jaringan infrastruktur, biaya logistik berhasil diturunkan, daya saing meningkat, dan pertumbuhan ekonomi tetap stabil meskipun menghadapi pandemi global.

Selain infrastruktur, Jokowi juga menyoroti pentingnya program sosial seperti **Kartu Indonesia Sehat (KIS)** dan **Kartu Prakerja** yang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, program-program ini memberikan fondasi kuat bagi masyarakat untuk lebih berdaya dan mandiri.

Walau masih ada tantangan yang belum sepenuhnya teratasi, Jokowi menyampaikan harapannya agar langkah-langkah yang telah diambil dapat terus berlanjut menuju **Indonesia Emas 2045**.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala harapan yang mungkin belum terwujud selama masa pemerintahannya bersama Wakil Presiden Prof. K.H. Ma’ruf Amin.

Jokowi menutup pidatonya dengan doa dan harapan agar bangsa Indonesia dapat terus maju di bawah kepemimpinan Presiden terpilih, “Prabowo Subianto”, serta memohon petunjuk dari Allah SWT untuk perjalanan bangsa ke depan.

Pidato kenegaraan ini menandai berakhirnya era kepemimpinan Jokowi, namun sekaligus menjadi titik awal menuju visi besar “Indonesia Emas 2045”, dengan fondasi yang kokoh dan berkelanjutan.