BB – Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan “Pertemuan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting Tingkat Kabupaten Kupang” yang berlangsung di Neo Aston Kupang pada Jumat, 8 November 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius Pemkab Kupang dalam menurunkan angka stunting sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2019 – 2024.
Dengan target angka stunting berada di kisaran 9,3% pada akhir tahun 2024, berbagai strategi intervensi telah dirancang secara matang untuk mencapai tujuan ini.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, yang hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Laitabun, menyampaikan dalam sambutannya bahwa upaya penurunan stunting di Kabupaten Kupang membutuhkan langkah kolaboratif.
“Pencegahan stunting dilakukan melalui intervensi gizi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Penyelenggaraan intervensi terpadu ini pada kelompok prioritas di lokasi prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi dan tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Pertemuan ini bertujuan untuk menciptakan komitmen bersama dan kesepahaman antara berbagai pihak terkait dalam menjalankan strategi intervensi spesifik di Kabupaten Kupang.
Marthen Rahakbauw menegaskan bahwa komitmen ini penting untuk mendorong penyelenggaraan intervensi yang lebih efektif dalam mencapai target.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Feronica Nubatonis, dalam laporannya mengungkapkan bahwa tujuan khusus dari kegiatan ini adalah tercapainya semua indikator intervensi gizi spesifik sesuai standar nasional pada tahun 2024.
“Penyelenggaraan intervensi dilakukan secara konvergen, mengintegrasikan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh tenaga pengelola gizi dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Kupang serta perangkat daerah terkait lainnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait implementasi intervensi gizi spesifik dan strategi pencegahan stunting.
Dengan langkah-langkah terukur yang telah dirancang melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif, Kabupaten Kupang terus berkomitmen untuk menekan angka stunting di wilayahnya, guna mendukung visi Indonesia sehat yang bebas dari stunting.
