KUPANG, BBC — Bupati Kupang, Yosef Lede, secara resmi mengukuhkan Badan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) unsur pelaksana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur pelaksana kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang masa bhakti 2024–2029.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan dan semangat pengabdian sebagai bentuk penguatan organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Yosef Lede menyampaikan rasa syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan sehingga seluruh peserta dapat hadir dalam momentum penting pengukuhan kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kupang.

“Atas kasih dan kenyataan-Nya hari ini kita boleh ada dalam acara yang penuh dengan sukacita dan bersama-sama mengikuti pengukuhan badan pengurus Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana OPD dan kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang masa bhakti 2024–2029 dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan dan semangat pengabdian,” ujar Yosef Lede.

Ia menegaskan bahwa momentum pengukuhan tersebut bukan hanya sekadar kegiatan seremonial organisasi, tetapi menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kupang.

Menurut Yosef Lede, para pengurus yang dikukuhkan merupakan pribadi-pribadi pilihan yang memiliki semangat pengabdian, perhatian, ketulusan dan komitmen dalam membangun organisasi yang semakin aktif, produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita percaya bahwa para pengurus hari ini merupakan pribadi-pribadi pilihan yang memiliki semangat, perhatian, ketulusan serta komitmen untuk membangun organisasi yang semakin aktif, produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dalam suasana penuh keakraban, Yosef Lede juga sempat melontarkan candaan ringan kepada peserta terkait posisi ketua Dharma Wanita Persatuan. Namun di balik candaan tersebut, ia menegaskan bahwa organisasi ini memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan tugas aparatur pemerintah.

Menurutnya, Dharma Wanita Persatuan bukan hanya menjadi wadah persaudaraan bagi para istri aparatur sipil negara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan untuk meningkatkan kualitas keluarga, memperkuat peran perempuan, serta mendukung pembangunan masyarakat.

“Dharma Wanita Persatuan bukan hanya menjadi wadah persaudaraan tetapi juga wadah pembinaan dalam meningkatkan kualitas keluarga, penguatan peran perempuan dan pembangunan masyarakat,” ungkapnya.

Yosef Lede menilai bahwa dalam konteks pembangunan saat ini, keberadaan Dharma Wanita Persatuan dituntut untuk semakin aktif, kreatif dan inovatif. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan keluarga yang harmonis, sehat, cerdas dan sejahtera.

Ia mengatakan bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan generasi penerus yang memiliki integritas dan intelektualitas yang baik. Oleh sebab itu, dirinya berharap para pengurus yang baru dilantik mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Oleh karena itu saya berharap kepada pengurus yang baru dikukuhkan agar dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan organisasi Dharma Wanita Persatuan sebagai ruang untuk melahirkan gagasan-gagasan positif, mempererat solidaritas, meningkatkan kapasitas perempuan dan mendorong kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yosef Lede menekankan bahwa pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk Dharma Wanita Persatuan.

Ia melihat Dharma Wanita Persatuan memiliki ruang pengabdian yang sangat luas dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, seperti pendidikan keluarga, peningkatan keterampilan perempuan, penguatan ekonomi rumah tangga, pembinaan karakter anak, pengembangan kegiatan sosial kemasyarakatan, gerakan hidup sehat, hingga pelestarian lingkungan.

“Peran perempuan saat ini semakin strategis. Perempuan bukan hanya sebagai pendamping tetapi juga penggerak pembangunan. Perempuan memiliki kekuatan dalam membangun karakter keluarga, menjaga ketahanan sosial dan memperkuat nilai-nilai moral dalam masyarakat,” tegas Yosef Lede.

Karena itu, ia mendorong seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan agar terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kapasitas organisasi, memanfaatkan teknologi informasi secara tepat, membangun komunikasi yang baik, serta menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Yosef Lede, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja, tetapi juga oleh loyalitas, semangat kebersamaan dan ketulusan seluruh anggota dalam menjalankan pengabdian.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu bekerja secara kolektif, harmonis dan penuh integritas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yosef Lede berharap para pengurus Dharma Wanita Persatuan di tingkat OPD maupun kecamatan dapat menjadi teladan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Jadilah pribadi yang sederhana, peduli, inspiratif dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi,” pesannya.

Ia juga meminta kepada pimpinan perangkat daerah dan para camat agar memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan Dharma Wanita Persatuan di lingkungan masing-masing sehingga organisasi tersebut dapat menjalankan program-programnya secara optimal.

Menurut Yosef Lede, Dharma Wanita Persatuan harus hadir sebagai organisasi yang mampu menjadi agen perubahan sosial, menanamkan nilai-nilai pendidikan, memperkuat persatuan, serta mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan pelestarian lingkungan hidup.

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi dan semangat pengabdian,” tutup Yosef Lede.

Pengukuhan Badan Pengurus Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana OPD dan unsur pelaksana kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang masa bhakti 2024–2029 tersebut menjadi simbol penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Melalui semangat solidaritas, pengabdian, dan pemberdayaan perempuan, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Kupang yang maju, harmonis, sejahtera dan berdaya saing di masa depan.

Wanita Persatuan (DWP) unsur pelaksana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur pelaksana kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang masa bhakti 2024–2029.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan dan semangat pengabdian sebagai bentuk penguatan organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Yosef Lede menyampaikan rasa syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan sehingga seluruh peserta dapat hadir dalam momentum penting pengukuhan kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kupang.

“Atas kasih dan kenyataan-Nya hari ini kita boleh ada dalam acara yang penuh dengan sukacita dan bersama-sama mengikuti pengukuhan badan pengurus Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana OPD dan kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang masa bhakti 2024–2029 dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan dan semangat pengabdian,” ujar Yosef Lede.

Ia menegaskan bahwa momentum pengukuhan tersebut bukan hanya sekadar kegiatan seremonial organisasi, tetapi menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kupang.

Menurut Yosef Lede, para pengurus yang dikukuhkan merupakan pribadi-pribadi pilihan yang memiliki semangat pengabdian, perhatian, ketulusan dan komitmen dalam membangun organisasi yang semakin aktif, produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita percaya bahwa para pengurus hari ini merupakan pribadi-pribadi pilihan yang memiliki semangat, perhatian, ketulusan serta komitmen untuk membangun organisasi yang semakin aktif, produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dalam suasana penuh keakraban, Yosef Lede juga sempat melontarkan candaan ringan kepada peserta terkait posisi ketua Dharma Wanita Persatuan. Namun di balik candaan tersebut, ia menegaskan bahwa organisasi ini memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan tugas aparatur pemerintah.

Menurutnya, Dharma Wanita Persatuan bukan hanya menjadi wadah persaudaraan bagi para istri aparatur sipil negara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan untuk meningkatkan kualitas keluarga, memperkuat peran perempuan, serta mendukung pembangunan masyarakat.

“Dharma Wanita Persatuan bukan hanya menjadi wadah persaudaraan tetapi juga wadah pembinaan dalam meningkatkan kualitas keluarga, penguatan peran perempuan dan pembangunan masyarakat,” ungkapnya.

Yosef Lede menilai bahwa dalam konteks pembangunan saat ini, keberadaan Dharma Wanita Persatuan dituntut untuk semakin aktif, kreatif dan inovatif. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan keluarga yang harmonis, sehat, cerdas dan sejahtera.

Ia mengatakan bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan generasi penerus yang memiliki integritas dan intelektualitas yang baik. Oleh sebab itu, dirinya berharap para pengurus yang baru dilantik mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Oleh karena itu saya berharap kepada pengurus yang baru dikukuhkan agar dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan organisasi Dharma Wanita Persatuan sebagai ruang untuk melahirkan gagasan-gagasan positif, mempererat solidaritas, meningkatkan kapasitas perempuan dan mendorong kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yosef Lede menekankan bahwa pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk Dharma Wanita Persatuan.

Ia melihat Dharma Wanita Persatuan memiliki ruang pengabdian yang sangat luas dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, seperti pendidikan keluarga, peningkatan keterampilan perempuan, penguatan ekonomi rumah tangga, pembinaan karakter anak, pengembangan kegiatan sosial kemasyarakatan, gerakan hidup sehat, hingga pelestarian lingkungan.

“Peran perempuan saat ini semakin strategis. Perempuan bukan hanya sebagai pendamping tetapi juga penggerak pembangunan. Perempuan memiliki kekuatan dalam membangun karakter keluarga, menjaga ketahanan sosial dan memperkuat nilai-nilai moral dalam masyarakat,” tegas Yosef Lede.

Karena itu, ia mendorong seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan agar terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kapasitas organisasi, memanfaatkan teknologi informasi secara tepat, membangun komunikasi yang baik, serta menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Yosef Lede, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja, tetapi juga oleh loyalitas, semangat kebersamaan dan ketulusan seluruh anggota dalam menjalankan pengabdian.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu bekerja secara kolektif, harmonis dan penuh integritas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yosef Lede berharap para pengurus Dharma Wanita Persatuan di tingkat OPD maupun kecamatan dapat menjadi teladan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Jadilah pribadi yang sederhana, peduli, inspiratif dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi,” pesannya.

Ia juga meminta kepada pimpinan perangkat daerah dan para camat agar memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan Dharma Wanita Persatuan di lingkungan masing-masing sehingga organisasi tersebut dapat menjalankan program-programnya secara optimal.

Menurut Yosef Lede, Dharma Wanita Persatuan harus hadir sebagai organisasi yang mampu menjadi agen perubahan sosial, menanamkan nilai-nilai pendidikan, memperkuat persatuan, serta mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan pelestarian lingkungan hidup.

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi dan semangat pengabdian,” tutup Yosef Lede.

Pengukuhan Badan Pengurus Dharma Wanita Persatuan unsur pelaksana OPD dan unsur pelaksana kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang masa bhakti 2024–2029 tersebut menjadi simbol penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Melalui semangat solidaritas, pengabdian, dan pemberdayaan perempuan, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Kupang yang maju, harmonis, sejahtera dan berdaya saing di masa depan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.