BB – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau pelayanan Samsat Kota Kupang dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak.

Dalam kunjungan tersebut, beliau didampingi Kepala BPAD Provinsi NTT, Alexon Lumba, serta Plt. Kasat Pol PP Provinsi NTT, Petrus Seran Tahuk.

Peninjauan ini mencakup Loket Informasi dan Konsultasi, Loket Pendaftaran, Loket Penyerahan, serta Ruang Kendaraan Baru. Wagub Johni juga menerima laporan dari Kepala UPT Pendapatan Kota Kupang, Albert E. Pairikas, serta perwakilan Ditlantas Polda NTT dan Jasa Raharja terkait data terkini wajib pajak di NTT.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Johni menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak sebagai salah satu sumber utama pembangunan daerah.

“Taat membayar pajak berarti membangun NTT. Setiap potensi pajak harus terdata dan dimaksimalkan agar PAD meningkat. Ini akan berdampak langsung pada pembangunan fasilitas publik seperti jalan, sekolah, dan infrastruktur lainnya,” ujar Wagub Johni.

Untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, Pemprov NTT telah mengoptimalkan Samsat Keliling (Samling) di tiga lokasi strategis di Kota Kupang:

1. Bundaran PU (Jembatan Liliba)

2. Bekas Kantor Bupati Kupang

3. Jalur 40 (Perempatan Sikumana)

Selain itu, inovasi digital melalui Aplikasi SIGNAL Samsat juga diperkenalkan guna memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan secara online.

Peninjauan ini merupakan langkah konkret Pemprov NTT dalam meningkatkan efektivitas sistem pajak daerah.

Wagub Johni berharap seluruh masyarakat semakin sadar akan pentingnya kontribusi mereka melalui pajak untuk pembangunan yang lebih baik.

Dengan berbagai strategi ini, Pemprov NTT optimis mampu menggenjot PAD dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.