BB – Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Trans Timor, tepatnya di Desa Boentuka, Kecamatan Batu Putih, pada Senin (16/12/2024) sekitar pukul 15.45 WITA.

Kecelakaan tersebut melibatkan mobil dinas Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Selatan (TTS) dengan nomor polisi DH 3 WD yang menabrak sepeda motor hingga menyebabkan dua korban meninggal dunia di tempat.

Korban diketahui sebagai pasangan suami-istri (pasutri), JF dan istrinya SS, warga Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih.

Menurut informasi yang dihimpun, kedua korban sedang dalam perjalanan pulang usai menghadiri persidangan di Kantor Pengadilan Negeri Soe.

Berdasarkan keterangan saksi mata, mobil dinas Kejari TTS jenis Toyota Innova berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kupang menuju Soe.

Saat melintas di tikungan kiri Desa Boentuka, mobil tersebut berusaha mendahului kendaraan boks melalui lajur kanan.

Namun, dari arah berlawanan, muncul sepeda motor yang dikendarai oleh JF dan istrinya. Tabrakan hebat pun tak terelakkan.

Akibat benturan keras, sepeda motor korban terseret sejauh 30 meter. JF ditemukan tewas di lokasi kejadian, sementara istrinya, SS, terlempar ke sisi jalan dan meninggal dunia seketika.

Tabrakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada mobil dinas Kejari TTS di bagian depan, sementara sepeda motor korban hancur total. Jenazah kedua korban dibawa ke RSUD Soe untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri TTS, H. Sumantri, S.H., M.H., bersama istrinya, diketahui berada di dalam mobil tersebut saat kejadian.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Satlantas Polres TTS dan pihak Kejaksaan Negeri Soe belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini.

Peristiwa tragis ini menyita perhatian publik. Yerim Yos Fallo, anggota DPRD TTS dari Partai PDIP yang juga perwakilan keluarga korban, menegaskan agar proses hukum dilakukan dengan transparan dan adil.

“Kami berharap kejadian ini diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Siapapun pelakunya, apapun jabatannya, wajib bertanggung jawab,” ujar Yerim dengan tegas.

Ia juga menyoroti nasib anak-anak korban yang kini harus kehilangan kedua orang tua mereka secara tragis.

Kecelakaan ini telah menggugah simpati masyarakat dan memicu tuntutan agar penegak hukum bersikap adil dan profesional dalam menangani kasus ini.

Hingga saat ini, publik masih menunggu langkah tegas dari pihak berwenang dalam mengusut tuntas tragedi ini.

Transparansi dan keadilan diharapkan menjadi prioritas agar keluarga korban mendapatkan kejelasan dan rasa keadilan atas kehilangan yang mereka alami.