BB – Tanah longsor melanda Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, menyebabkan puluhan rumah rusak dan ratusan warga mengungsi.
Kejadian ini membuat 33 kepala keluarga (KK) atau sekitar 150 jiwa harus meninggalkan rumah mereka dan bertahan di Aula Kantor Kecamatan Takari.
Rumah milik Anika Wadu Nawa, Adam Tapatap, Wasty Tapatap, dan Selfina Tapatab mengalami kerusakan parah akibat longsor. Sementara itu, beberapa rumah lainnya milik Marthen Tapatab, Stefanus Tapatab, Marta Tapatab, Akab Tapatab, dan Lasarus Tapatab terancam terkena dampak serupa jika hujan terus mengguyur wilayah tersebut.
Pihak berwenang masih memantau kondisi tanah untuk mencegah longsor susulan yang dapat memperburuk situasi.
Dinas Sosial Kabupaten Kupang bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan bagi para pengungsi. Hingga saat ini, bantuan yang diberikan meliputi:
✅ Makanan tiga kali sehari yang dikelola oleh warga setempat
✅ 25 kasur lipat untuk kenyamanan pengungsi
✅ 1 unit toilet portable yang telah tersedia di lokasi
✅ Makanan cepat saji 10 dus (100 bungkus) yang menunggu distribusi lebih lanjut
Pada hari ini, Kapolsek Takari Ipda Fardan Adi Nugroho, S.Tr.K, bersama anggota Polsek Takari, mengunjungi lokasi pengungsian untuk menyerahkan bantuan makanan siang dari Dinas Sosial Kabupaten Kupang. Kepala Dinas Sosial, Paulus Liu, juga turut hadir untuk meninjau kondisi para pengungsi secara langsung.
Selain bantuan logistik, tim kesehatan dari Puskesmas Takari telah disiagakan di lokasi pengungsian. Warga yang mengalami gangguan kesehatan bisa langsung mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan di tempat.
Hingga saat ini, pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan tenaga kesehatan terus memantau perkembangan di lokasi bencana.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko lebih lanjut.
Bencana longsor ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Solidaritas masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat membantu para korban bangkit kembali.
