BB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang di bawah kepemimpinan Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, bergerak cepat dalam menanggulangi dampak bencana banjir akibat cuaca ekstrem.

Bantuan telah disalurkan ke daerah terdampak, dan Pemkab Kupang memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Banjir yang terjadi pada 30 dan 31 Januari 2025 mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menghambat aktivitas masyarakat di beberapa kecamatan. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, terdapat:

275 rumah terendam

7 rumah mengalami kerusakan sedang

23 rumah rusak berat

305 Kepala Keluarga (KK) terdampak

1 korban meninggal dunia dan 2 orang mengalami cedera serius

5 jembatan dan 5 ruas jalan mengalami kerusakan

3 gedung sekolah terdampak

Melihat kondisi ini, Pemkab Kupang tidak tinggal diam. Penjabat Bupati Kupang Alexon Lumba langsung turun ke lapangan untuk memastikan bantuan segera disalurkan dan infrastruktur yang rusak segera diperbaiki.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Alexon Lumba menegaskan bahwa bantuan akan terus disalurkan ke masyarakat terdampak.

Pemkab Kupang bekerja sama dengan berbagai dinas terkait untuk memastikan logistik, perbaikan infrastruktur, dan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

Kepala BPBD Kabupaten Kupang, Semuel Tinenti, menyatakan bahwa Pemkab telah mengerahkan tim untuk membersihkan jalan dan membuka akses ke wilayah terdampak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Teldi Sanam, menjelaskan bahwa alat berat telah dikerahkan untuk memperbaiki jembatan dan membersihkan gorong-gorong yang tersumbat, terutama di wilayah Fatuleu Barat.

Dari sisi kemanusiaan, Dinas Sosial Kabupaten Kupang yang dipimpin oleh Paulus Liu, telah mendirikan dapur umum darurat serta menyiapkan tempat evakuasi yang layak bagi warga terdampak.

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Kabupaten Kupang, bahkan ada pergerakan badai dari Pulau Sumba yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, Pemkab Kupang terus melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi.

“Kita harus tetap waspada. Kita sudah membahas cara-cara teknis dalam menghadapi kemungkinan bencana lanjutan, termasuk dari sisi pendanaan dan administrasi,” jelas Alexon Lumba.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemkab Kupang berkomitmen untuk terus membantu masyarakat terdampak dan memastikan setiap bantuan tersalurkan dengan baik.

Pemkab Kupang menunjukkan respons cepat dan tanggap dalam menangani bencana banjir. Dengan langkah-langkah strategis, bantuan telah disalurkan, infrastruktur diperbaiki, dan kesiapsiagaan terus ditingkatkan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah guna menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.