Buserbindo.Com, TTU – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) secara resmi dilantik pada sebuah acara yang berlangsung di Kefamenanu, Jumat 20 Desember 2024.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan media siber di wilayah perbatasan, yang selama ini berperan strategis dalam penyebaran informasi dan pengawasan pembangunan.
Charles Usfunan, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) SMSI Kabupaten TTU, menyampaikan bahwa pembentukan SMSI di daerah ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat koordinasi, pembinaan, dan edukasi bagi media siber lokal.
Saat ini, SMSI TTU menghimpun sekitar tujuh media online yang berkomitmen untuk bekerja secara profesional dan sesuai dengan kode etik jurnalistik.
“SMSI TTU hadir untuk menjadi agen kontrol yang membantu pertumbuhan dan kemajuan perusahaan pers di daerah. Kami juga ingin meminimalkan keberadaan media yang tidak memiliki legalitas, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap kredibel dan dapat dipercaya,” ujar Charles.
Charles juga menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) dan berbagai elemen masyarakat dalam mengawal pembangunan demi terciptanya kesejahteraan dan keharmonisan di TTU.
Dukungan dan Harapan dari SMSI NTT
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SMSI Nusa Tenggara Timur, Beni Jahang, dalam sambutannya mengapresiasi terbentuknya SMSI di Kabupaten TTU.
Ia menilai kehadiran SMSI sangat penting untuk menjadikan media siber lebih profesional dalam memberikan informasi dan menjalankan kegiatan jurnalistik yang sesuai dengan undang-undang.
“SMSI memiliki fungsi utama untuk mengawasi pemberitaan agar tetap sesuai dengan etika jurnalistik, serta membangun sinergi aktif dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Saya berharap SMSI TTU dapat terus berkolaborasi demi kebaikan bersama,” ungkap Beni.
Pesan Wakil Bupati TTU
Wakil Bupati TTU terpilih, Kamilus Elu, SH, juga turut hadir dan memberikan ucapan selamat kepada pengurus SMSI TTU yang baru dilantik. Dalam pesannya, Kamilus mengingatkan para wartawan untuk menjalankan tugas secara profesional sesuai amanat kode etik dan undang-undang pers.
“Menjadi pewarta kabar tidak hanya mencari kekurangan atau keburukan pemerintah. Wartawan juga perlu mengangkat hal-hal positif yang telah dilakukan pemerintah sehingga terjalin sinergi yang utuh untuk membangun TTU,” tegasnya.
Pelantikan ini ditutup dengan ucapan terima kasih dari Charles Usfunan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, termasuk pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya.
Ia berharap SMSI TTU dapat terus tumbuh menjadi organisasi yang mampu mengangkat citra media siber di TTU dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Dengan pelantikan ini, SMSI TTU diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan positif dalam dunia media di Timor Tengah Utara, sekaligus memastikan keberadaan media siber yang kredibel, profesional, dan berkontribusi bagi masyarakat perbatasan.
