BB – Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti, Kolonel Inf Riko Haryanto, S.I.P., memimpin latihan penanggulangan bencana alam gempa bumi dan tsunami yang digelar di Komando Latihan (Kolat) Korem 161/Wira Sakti, pada Senin (14/10/24). 

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Latihan ini juga dihadiri oleh Asisten Latihan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Aslat Kasad), Mayjen TNI J. Binsar Parluhutan Sianipar. Beliau datang untuk memantau langsung pelaksanaan latihan dan memberikan arahan penting mengenai mekanisme dan prosedur yang harus diikuti dalam situasi darurat. 

Mayjen TNI J. Binsar menekankan bahwa kesuksesan latihan ini tidak hanya bergantung pada personel TNI, tetapi juga pada pemahaman dan kesiapan masyarakat.

“Masyarakat harus mengerti dan memahami latihan ini. Pemahaman yang baik mengenai potensi risiko bencana di wilayah tempat tinggal mereka sangat penting.

Dengan pengetahuan ini, masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat, mengurangi korban jiwa, serta meminimalisir kerugian material,” tegasnya.

Sebagai bagian dari latihan, peserta juga mendapatkan pendidikan dan penyuluhan terkait jenis-jenis bencana alam, potensi dampaknya, serta cara-cara penyelamatan diri yang efektif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, sehingga mereka lebih tanggap dalam menghadapi ancaman bencana.

 

Kolonel Riko Haryanto menambahkan bahwa latihan ini bukan hanya menguji kesiapan personel, tetapi juga melatih kecepatan dan keterampilan dalam merespons situasi bencana. 

“Para peserta diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan yang mumpuni serta kecepatan bergerak yang tinggi guna membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan penanggulangan bencana alam dengan efektif dan efisien,” jelasnya.

Latihan ini juga mencakup simulasi evakuasi korban, penyelamatan di area bencana, dan penanganan logistik bantuan. Dengan prosedur yang terencana mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, diharapkan latihan ini dapat menjadi contoh kesempurnaan dalam pelaksanaan tugas penanggulangan bencana di masa mendatang.

Mayjen TNI J. Binsar menekankan pentingnya evaluasi pasca-latihan. “Kaji ulang serta evaluasi yang telah dilaksanakan akan menjadi bahan untuk penyempurnaan latihan di masa yang akan datang maupun dalam pelaksanaan tugas sebenarnya di lapangan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Danrindam IX/Udayana, Kasrem 161/Wira Sakti, Kalak BPBD Provinsi NTT, serta pelatih dan penilai pelaksanaan latihan lapangan.

Dengan latihan ini, Korem 161/Wira Sakti dan masyarakat NTT diharapkan semakin siap dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami, yang dapat terjadi sewaktu-waktu.