BB – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kupang menuai kontroversi. Banyak peserta mengajukan protes dan keberatan terkait dugaan kecurangan dan penyalahgunaan wewenang dalam proses seleksi.
Menanggapi hal ini, Bupati Kupang dalam konferensi pers di Rumah Jabatan Bupati pada Sabtu (1/3) menegaskan akan membentuk tim investigasi khusus untuk menelusuri berbagai laporan terkait ketidakadilan dalam seleksi PPPK.
Bupati Kupang mengungkapkan bahwa hasil seleksi PPPK mendapat banyak catatan kritis, baik dari peserta maupun masyarakat.
“PPPK ini, catat baik-baik,Hasil seleksi kemarin banyak mendapat protes, bahkan ada indikasi penyalahgunaan wewenang dalam meloloskan peserta tertentu,” tegasnya.
Menurutnya, ada dugaan keterlibatan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dalam proses seleksi yang dianggap tidak transparan. Hal ini menimbulkan ketidakadilan bagi peserta yang telah mengikuti tes dengan jujur.
Sebagai respons atas polemik ini, Bupati Kupang memastikan akan membentuk tim investigasi pekan depan untuk mengusut dugaan kecurangan yang terjadi.
“Saya pastikan minggu depan tim investigasi akan mulai bekerja untuk menelusuri kejanggalan ini. Jika terbukti ada kecurangan, akan ada tindakan tegas,” tambahnya.
Tim investigasi ini nantinya akan mendalami berbagai laporan yang masuk, mengumpulkan bukti, serta memastikan bahwa proses seleksi PPPK berjalan sesuai prinsip transparansi dan keadilan.
Keputusan Bupati Kupang untuk menyelidiki seleksi PPPK ini mendapat respons positif dari masyarakat. Para peserta yang merasa dirugikan berharap agar hasil investigasi dapat mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan keadilan bagi semua pihak.
Dengan adanya investigasi ini, diharapkan ke depan proses seleksi PPPK di Kabupaten Kupang bisa lebih transparan dan bebas dari praktik-praktik kecurangan serta penyalahgunaan wewenang.
