BB – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri acara pembukaan Tanwir dan Resepsi Milad Muhammadiyah ke-112 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Kupang pada Rabu (4/12).
Ini menjadi kunjungan perdana Presiden Prabowo ke Kota Kupang setelah dilantik sebagai Presiden RI. Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka dengan petikan dawai sasando oleh Presiden, simbol harmoni dan persatuan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah yang telah berperan besar dalam membangun bangsa melalui pendidikan, kesehatan, dan dakwah sosial.
“Muhammadiyah adalah contoh nyata bagaimana organisasi mampu berperan menjadi pilar toleransi dan kemajuan bangsa. Perannya sangat berharga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Presiden.
Prabowo juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah yang telah mendirikan 167 perguruan tinggi, 126 rumah sakit, serta ribuan sekolah, madrasah, dan pesantren. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan teladan dalam menciptakan harmoni sosial dengan semangat keterbukaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Presiden mengimbau keluarga besar Muhammadiyah untuk terus menggalang persatuan dan menghindari konflik yang berakar pada fanatisme agama, suku, dan budaya.
“Fanatisme adalah akar perpecahan. Apa yang telah dilakukan Muhammadiyah untuk memupuk toleransi dan persatuan sangatlah berharga,” tambahnya.
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Muhammad Jusuf Kalla, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, Panglima TNI, Kapolri, serta para pejabat daerah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden dan seluruh pihak yang telah mendukung perhelatan ini, sekaligus menjadikan Kupang sebagai simbol penguatan peran Muhammadiyah di wilayah timur Indonesia.
Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., yang turut hadir, menyatakan bahwa Pemkot Kupang siap mendukung setiap kegiatan Muhammadiyah sebagai bentuk sinergi pemerintah dengan organisasi masyarakat yang memiliki visi yang sama untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur.
Acara ini menjadi momen bersejarah bagi Muhammadiyah, masyarakat Kupang, dan Indonesia, yang meneguhkan komitmen bersama dalam membangun harmoni, kemajuan, dan persatuan bangsa.
