BB – Penyandang disabilitas dan kaum marginal sering kali tidak mendapat perhatian dalam proses pembangunan daerah.

Namun, hal tersebut akan segera berubah di bawah kepemimpinan Yosef Lede dan Aurum Titu Eki sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2024-2029.

Dalam perayaan Hari Disabilitas Internasional yang dirangkaikan dengan Natal Bersama di Gereja GMIT Jemaat Eklesia Tanenofunan, Desa Oben, Jumat (13/12/2024), Yosef Lede menyampaikan pesan damai sekaligus komitmennya untuk mengangkat martabat penyandang disabilitas.

“Kaum difabel harus ditempatkan di tempat yang terhormat. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki potensi besar untuk turut membangun Kabupaten Kupang,” tegas Yosef Lede.

APBD Pro-Difabel di Era Yosef Lede dan Aurum Titu Eki

Yosef Lede menjelaskan bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kupang akan mengutamakan kebutuhan penyandang disabilitas. Langkah konkret yang disiapkan meliputi:

Dana Rp 1 Miliar untuk mendukung forum difabel, perempuan, dan kaum marginal.

Dana Rp 500 Juta untuk pelatihan dan modal usaha bagi penyandang disabilitas.

Penyediaan payung hukum untuk menjamin hak-hak kaum difabel.

Pelatihan keterampilan, pemberdayaan, serta beasiswa untuk penyandang disabilitas.

“Kami ingin membangun sistem yang tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga memberdayakan kaum difabel agar mereka dapat berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Yosef Lede.

Yosef Lede juga menyoroti pentingnya keterlibatan difabel dalam pembangunan daerah. Menurutnya, potensi kaum difabel sering kali diabaikan, padahal mereka dapat menjadi kekuatan besar jika diberdayakan dengan baik.

“Kabupaten Kupang tidak akan maju tanpa melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Ini adalah komitmen kami untuk membangun bersama-sama,” kata Yosef Lede.

Selain membahas program kerja, Yosef Lede juga menyampaikan pesan damai kepada seluruh masyarakat yang hadir. Ia mengajak semua pihak untuk lebih peka terhadap kebutuhan penyandang disabilitas dan memberikan dukungan nyata.

“Kita yang memiliki fisik sempurna harus membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah tanggung jawab moral dan sosial kita,” tutupnya.

Dengan visi dan komitmen yang jelas, Yosef Lede dan Aurum Titu Eki diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Kupang. Era baru yang inklusif dan berkeadilan sosial segera dimulai.