BB – Dalam upaya memperkuat pelayanan Gereja di era modern, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menekankan pentingnya pengarsipan dokumen dan penguatan literasi sebagai fondasi utama bagi kelangsungan pelayanan.
Pelatihan Pengarsipan dan Literasi Tahap II bagi para pendeta se-Klasis Kupang Timur dilaksanakan pada Selasa, 24 September 2024, di Gedung Kebaktian Jemaat Getsemani Asam Tiga, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang,Selasa 24/09/2024
Acara ini dimulai dengan ibadah yang dipimpin oleh calon vicaris,Cavic Risna Freciana Langmaa, S.Si. Teol.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan tahap pertama yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya, dan kali ini mencakup teritori Kupang Daratan.
Kepada Media ini, Pdt. Janse Letmau, M.Th, dari Sinode GMIT, menyampaikan bahwa gereja yang dewasa dan tertib dalam administrasi akan berdampak positif bagi kelangsungan pelayanan.
Menurut Pdt. Letmau, administrasi adalah elemen penting dalam pelayanan gereja karena berfungsi sebagai alat penghubung berbagai organ dan komponen pelayanan agar bisa berjalan secara terpadu.
Pengarsipan dokumen yang baik menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah pelayanan dan interaksi jemaat dengan Tuhan.
Pdt. Letmau menekankan bahwa di era digital, administrasi gereja harus terus berkembang dan terbuka terhadap teknologi modern. Tantangan dalam hal pengarsipan dokumen masih ada, terutama dalam menjaga dan melestarikan arsip gereja, baik yang berada di kantor maupun di jemaat.
Arsip ini dianggap sangat penting karena berfungsi sebagai sumber sejarah yang memungkinkan generasi mendatang memahami perjalanan iman dan pelayanan gereja.
“Arsip gereja adalah warisan penting. Melalui pelatihan ini, kita berusaha melindungi dan melestarikannya untuk generasi yang akan datang,” jelas Pdt. Letmau.
Selain fokus pada pengarsipan dokumen, GMIT juga menekankan pentingnya penguatan literasi bagi para pendeta dan jemaat. Rendahnya minat baca bisa menghambat perkembangan pendidikan dan pelayanan gereja.
Berdasarkan data literasi nasional, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menunjukkan peningkatan, berada di peringkat ke-12 dalam tingkat literasi nasional.
“Budaya literasi yang kuat sangat penting untuk mendukung pelayanan dan pendidikan di kalangan jemaat. Karena itu, GMIT melalui Seksi Bidang Pengembangan Literasi menyelenggarakan pelatihan ini guna memperlengkapi pendeta dengan keterampilan manajemen, literasi, dan pelayanan pastoral,” tambah Pdt. Letmau.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan gereja melalui sinergi antara pengarsipan yang baik dan literasi yang kuat. Dengan demikian, pelayanan GMIT dapat lebih efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan umat di era yang semakin modern.
Pelatihan pengarsipan dan literasi ini berlangsung di wilayah Kupang Daratan dan Semau, melibatkan enam klasis, termasuk Klasis Kupang Timur.
Dengan adanya pelatihan ini, GMIT berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan gereja sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah jemaat.
“Pengarsipan dan literasi adalah pilar utama untuk kelangsungan dan kekuatan pelayanan gereja. Dengan memelihara arsip dan memperkuat budaya literasi, kita dapat memastikan bahwa pelayanan gereja akan tetap relevan dan bertahan hingga masa depan,” tutup Pdt. Letmau.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat administrasi gereja, tetapi juga memberikan efek domino dalam peningkatan kualitas literasi dan pelayanan pastoral, baik di kalangan pendeta maupun jemaat GMIT.
