BB – Kepolisian Sektor (Polsek) Kupang Tengah memastikan keamanan selama Ibadah Emiritas dan Perhadapan Pendeta yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT pada Minggu 16/02 pagi.

Acara yang dihadiri sekitar 1.600 jemaat ini berlangsung khidmat dan penuh makna. Polsek Kupang Tengah mengawal jalannya kegiatan guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Acara dimulai dengan Ibadah Emiritas, yang dilanjutkan dengan prosesi Perhadapan Pendeta. Salah satu momen penting dalam ibadah ini adalah penyerahan surat keputusan pensiun kepada Pendeta Christina M. Amekan-Koan, S.Th., menandai akhir masa pengabdiannya sebagai pendeta.

Selanjutnya, surat keputusan penghadapan diserahkan kepada Pendeta Danial Manu dan Pendeta Petronela Anaci Leyloh, S.Th., sebagai bagian dari serah terima kepemimpinan di jemaat Ebenhaezer.

Prosesi pemberkatan dan serah terima jabatan Ketua Majelis Jemaat juga dilakukan, termasuk pembacaan dan penandatanganan berita acara serta penyerahan memori pelayanan.

Dihadiri Tokoh-Tokoh Penting

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
✅ Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, SH, M.Hum.
✅ Ketua Sinode GMIT yang diwakili oleh Pendeta Senap Yohanes Ena Blegur, S.Th.
✅ Ketua Klasis Kupang Tengah, Alfred Waangsir, S.Th., M.Pd.
✅ Kepala Desa Penfui Timur, Zem Tafoki, S.Pd.K.
✅ Para jemaat dan undangan yang hadir dari berbagai wilayah.

Dengan jumlah jemaat yang cukup besar, Polsek Kupang Tengah hadir untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara dari awal hingga akhir.

Petugas kepolisian berjaga di area gereja, memantau situasi, serta mengantisipasi potensi gangguan.

Kapolsek Kupang Tengah menegaskan bahwa kehadiran polisi dalam acara keagamaan bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap nilai-nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.

“Kami hadir untuk memastikan ibadah berjalan lancar dan aman. Kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian adalah prioritas kami,” ungkapnya.

Setelah prosesi utama, ibadah diakhiri dengan persembahan khusus, doa, pengutusan, dan pemberkatan.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana jemaat dan tamu undangan saling berbagi kebersamaan.

Hingga acara selesai pada pukul 12.20 WITA, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, berkat pengamanan yang dilakukan oleh Polsek Kupang Tengah.

Ibadah Emiritas dan Perhadapan Pendeta di Gereja Ebenhaezer Matani menjadi momen penuh makna bagi jemaat dan tokoh-tokoh yang hadir.

Dengan pengamanan optimal dari Polsek Kupang Tengah, acara berlangsung khidmat dan tanpa kendala.

Komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan kegiatan keagamaan menunjukkan sinergi yang kuat antara masyarakat dan aparat.

Diharapkan, pengamanan seperti ini terus dilakukan untuk mendukung kerukunan dan keharmonisan di Kabupaten Kupang.