BB –  Pemerintah Indonesia terus berkomitmen meningkatkan gizi anak-anak di seluruh nusantara melalui Program Makan Bergizi Gratis yang akan dimulai pada awal tahun 2025. 

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengumumkan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah yang mendapatkan alokasi anggaran terbesar, yakni sekitar Rp 8 triliun. Dana ini akan dialokasikan untuk lebih dari 700 titik pelayanan makan bergizi di wilayah tersebut.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Dadan menjelaskan bahwa dana besar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak bangsa tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. 

Dari Rp 8 triliun yang dialokasikan ke NTT, 85% di antaranya akan digunakan untuk membeli bahan pangan langsung dari para petani sekitar.

Dengan demikian, program ini dirancang untuk menciptakan manfaat ganda: memperbaiki kualitas gizi anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Menurut Dadan, besaran anggaran Rp 8 triliun yang akan mengalir ke NTT ini bahkan lebih besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT, yang berkisar Rp 2 triliun.

“Anggaran ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah untuk menyejahterakan daerah-daerah yang masih membutuhkan dukungan khusus, baik dari segi kesehatan maupun perekonomian,” ujarnya.

NTT, yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerentanan gizi yang cukup tinggi, diharapkan akan mengalami perubahan signifikan dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini. 

Program ini akan mencakup pelayanan makan bergizi untuk anak-anak dari jenjang PAUD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan target penerima manfaat hingga 3.000 anak di setiap titik pelayanan.

Dadan Hindayana juga mengajak kerja sama aktif dari pemerintah daerah, TNI-Polri, dan lembaga terkait lainnya agar program ini bisa berjalan efektif.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah NTT dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan anak-anak dan masyarakat setempat.

Selain itu, Dadan menegaskan bahwa uji coba Program Makan Bergizi Gratis ini akan dimulai pada Desember 2024 di 100 titik di seluruh Indonesia, mencakup wilayah dari Sabang sampai Merauke. 

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawasi pelaksanaan program ini agar berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan utamanya, yaitu menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal yang penting menuju masa depan bangsa yang lebih baik.