BB – Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, melakukan peninjauan terhadap sejumlah aset Barang Milik Negara (BMN) yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kota Kupang, Selasa (9/9). 

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi terkini dari aset-aset tersebut sebelum diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kota Kupang dalam waktu dekat.

Beberapa aset yang menjadi fokus peninjauan antara lain kawasan Penataan Kumuh Oesapa, Renovasi Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPAM) Manutapen, serta pembangunan 173 unit rumah bagi korban badai siklon tropis Seroja di Kelurahan Manulai II. 

Peninjauan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk memperbaiki dan mengelola infrastruktur yang berperan penting dalam kesejahteraan warga.

Penjabat Wali Kota, didampingi oleh sejumlah pejabat seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang Ignasius R. Lega, SH, serta Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Daniel F. Maro, SP., M.Si, memulai peninjauan dari Penataan Kawasan Kumuh Oesapa. 

Proyek di kawasan ini meliputi pembangunan jalan lingkungan, sumur resapan, ruang terbuka publik, dan talut yang menggunakan anggaran sebesar Rp 3 miliar. Sebelumnya, kawasan ini juga telah menerima penataan senilai Rp 14 miliar dari Kementerian PUPR.

Tak hanya itu, Linus Lusi juga mengapresiasi inisiatif Politeknik Negeri Kupang yang menyumbangkan 15 mata lampu untuk mempercantik Pantai Paradiso, sebuah lokasi wisata di Kota Kupang.

Peninjauan dilanjutkan ke Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPAM) di Kelurahan Manutapen yang mengalami kerusakan akibat badai siklon tropis Seroja pada 2021.

Instalasi ini sempat direnovasi oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT dengan anggaran Rp 62 juta. 

IPAM Manutapen melayani kebutuhan air bersih untuk lebih dari 600 sambungan rumah di wilayah Kecamatan Alak dan Kota Lama, termasuk RSUD W. Z. Johannes.

Linus Lusi menekankan pentingnya kolaborasi antara Perumda Air Minum Kota Kupang dan Dinas PUPR untuk memperbaiki peralatan pendukung, seperti pompa pencucian, demi memastikan layanan air bersih tetap 

Lokasi terakhir yang ditinjau adalah perumahan korban badai Seroja di Kelurahan Manulai II, yang terdiri dari 173 unit rumah instan sederhana (Risha) yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Linus Lusi menyoroti beberapa persoalan krusial seperti pemeliharaan septic tank komunal, penyediaan lampu penerangan jalan, dan legalitas lahan yang belum diterima oleh penghuni.

Linus menekankan pentingnya kerja sama antara warga dan pemerintah dalam menjaga fasilitas umum dan menyelesaikan masalah yang ada. Upaya ini merupakan langkah nyata Pemkot Kupang dalam memastikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya.

Peninjauan ini menunjukkan kesiapan Kota Kupang untuk terus berbenah dalam meningkatkan infrastruktur dan pelayanan publik, terutama bagi warga terdampak bencana. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan seluruh proyek ini bisa memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Kupang dan warganya.