Kupang, BBC — Desa Nunsaen, yang terletak di Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, kini menunjukkan kemajuan signifikan dalam program ketahanan pangan. Kepala Desa Nunsaen, Litherhearth Niuflapu mengungkapkan bahwa tingkat ketahanan pangan di desanya saat ini telah mencapai angka 85 persen.
Menurut Litherhearth Niuflapu, capaian ini menandakan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan oleh pemerintah desa berjalan dengan baik dan hampir selesai sepenuhnya.
“Kami sangat optimis bahwa dalam waktu dekat, desa kami akan mencapai ketahanan pangan 100 persen,” ujarnya kepada media.
Ketahanan pangan ini merupakan hasil dari pemanfaatan 20 persen dana desa yang dialokasikan khusus untuk pengembangan peternakan ayam petelur. Program ini bertujuan meningkatkan produksi lokal dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat desa terpenuhi secara mandiri.
Pengembangan peternakan ayam petelur di Desa Nunsaen tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Dengan adanya dukungan dana desa, para peternak lokal dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ayam petelur secara signifikan.
Selain itu, Kepala Desa juga menyampaikan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan ini didukung oleh partisipasi aktif masyarakat dan koordinasi yang baik antara pemerintah desa dengan para peternak.
“Kerja sama ini menjadi kunci utama dalam mencapai target ketahanan pangan yang telah kami tetapkan,” tambah Litherhearth Niuflapu.
Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang untuk menerapkan program serupa. Dengan fokus pada pengelolaan sumber daya lokal dan dana desa, ketahanan pangan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, Desa Nunsaen tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka jalan bagi kemajuan sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakatnya.
