Kupang, BBC — Kabupaten Kupang kembali menorehkan jejak penting dalam peta pembangunan pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
Pada Selasa (20/1/2026), sejarah itu dimulai dari Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, ketika Bupati Kupang Yosef Lede bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lakalena secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat, program prioritas nasional yang untuk pertama kalinya hadir di Provinsi NTT.
Peristiwa ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik. Ia adalah simbol perjuangan, manifestasi kebijakan dan penanda kesungguhan negara dalam menghadirkan keadilan pendidikan bagi anak-anak yang selama ini hidup di pinggiran kesempatan.
Kabupaten Kupang dipilih sebagai lokasi pertama, menegaskan posisinya sebagai wilayah strategis sekaligus representasi tantangan sosial yang hendak dijawab melalui pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia dan Gubernur NTT atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kupang sebagai pelopor Sekolah Rakyat di NTT.
Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan ini adalah jawaban konkret atas persoalan struktural yang telah lama dihadapi daerah, terutama tingginya angka anak putus sekolah yang berkorelasi langsung dengan kemiskinan.
Pendidikan, dalam pandangan Yosef Lede, bukan sekadar proses belajar mengajar, melainkan jalan panjang menuju martabat dan kemandirian manusia.
Karena itu, ia menegaskan bahwa anak-anak Kabupaten Kupang harus menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan Sekolah Rakyat ini. Ia menyebut kehadiran sekolah tersebut sebagai anugerah sekaligus perwujudan janji konstitusional negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Lebih jauh, Yosef Lede menekankan bahwa terbangunnya Sekolah Rakyat pertama di NTT bukanlah hasil kebetulan.
Ia merupakan buah dari kerja keras, konsistensi dan upaya tanpa lelah Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memperjuangkan aspirasi daerah ke tingkat pusat. Dari proses lobi hingga penetapan kebijakan, pendidikan akhirnya menemukan rumahnya di Kabupaten Kupang.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lakalena menempatkan Sekolah Rakyat dalam kerangka besar pembangunan manusia.
Ia menyebut kemiskinan di NTT sebagai persoalan multidimensi yang diwariskan lintas generasi, dan hanya dapat diputus melalui intervensi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, ketika seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak, maka cara berpikir masyarakat akan berubah.
Pendidikan membuka cakrawala, menumbuhkan keberanian untuk berusaha, dan membangun daya juang untuk keluar dari jerat kemiskinan. Oleh sebab itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung penuh keberadaan Sekolah Rakyat, termasuk penyediaan infrastruktur pendukung seperti akses jalan.
“Apapun tantangannya, program Sekolah Rakyat harus berhasil di NTT. Ini adalah ikhtiar bersama, dan Kabupaten Kupang telah membuktikan keseriusannya,” tegas Melkiades Lakalena.
Peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh perwakilan Polda NTT, Kejaksaan Tinggi NTT, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis NTT pada Direktorat Jenderal Cipta Karya, jajaran pimpinan OPD Kabupaten Kupang, Camat Kupang Tengah, Kepala Desa Oelnasi, serta para kepala desa dan lurah di wilayah sekitar.
Di atas tanah Oelnasi, sebuah bangunan akan berdiri. Namun lebih dari itu, harapan sedang dibangun. Sekolah Rakyat bukan hanya dinding dan atap, melainkan ruang di mana mimpi anak-anak dirajut, akal budi diasah, dan masa depan NTT dipersiapkan. Di Kabupaten Kupang, pendidikan kembali menemukan maknanya sebagai cahaya yang tak pernah lelah melawan gelap.
