BB – Di tengah suasana hari libur, Bupati Kupang,Yosef Lede, menunjukkan komitmen kepemimpinan visioner dengan melaksanakan kunjungan strategis ke dua titik potensi ekonomi daerah: Rumah Potong Hewan (RPH) Noelbaki dan kawasan Pantai Panmuti, Kecamatan Kupang Tengah, pada Sabtu pagi, 19 April 2025.

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kupang, Teldi Sanam, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Tonci Teuf, Bupati Yosef Lede meninjau langsung kondisi infrastruktur RPH dan kawasan pesisir yang berpotensi menjadi pusat ekonomi baru.

Kegiatan ini menegaskan bahwa hari libur bukan menjadi penghalang bagi kepala daerah dalam menjalankan tugas-tugas pembangunan strategis.

Dalam pernyataannya, Bupati Lede mengungkapkan rencana reformasi distribusi komoditas peternakan.

“Ke depan, kita akan mengubah sistem pengiriman. Bukan lagi sapi hidup yang kita ekspor ke luar daerah, melainkan daging beku.Ini bertujuan agar proses hilirisasi terjadi di Kupang, sehingga nilai tambahnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Transformasi ini dipandang sebagai bagian dari strategi ekonomi lokal yang bertumpu pada efisiensi distribusi, peningkatan kualitas produk, dan penguatan daya saing daerah di sektor peternakan.

Sementara itu, Pantai Panmuti yang letaknya berdekatan dengan RPH juga masuk dalam perencanaan pembangunan jangka menengah. Area ini dirancang untuk menjadi sentra pemasokan hasil perikanan dan akan dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Dengan infrastruktur yang memadai, kawasan ini diharapkan menjadi katalisator baru dalam pertumbuhan ekonomi kelautan dan pesisir.

“Kami tidak hanya ingin membangun fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Semua ini demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kupang,” lanjut Bupati Lede.

Langkah-langkah strategis tersebut sejalan dengan visi-misi “Kabupaten Kupang Emas” yang diusung bersama Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki.

Keduanya dikenal sebagai pemimpin muda yang enerjik, dengan fokus utama pada pembangunan daerah berbasis potensi lokal, partisipasi masyarakat, dan tata kelola pemerintahan yang inovatif.

Kunjungan ini menandai pendekatan kepemimpinan yang adaptif dan proaktif, di mana perencanaan pembangunan tidak dibatasi oleh waktu formal kerja, melainkan dijalankan secara berkelanjutan demi mendorong percepatan transformasi ekonomi lokal.