KUPANG, BBC – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, adaptif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Kupang yang secara resmi dibuka oleh Bupati Kupang Yosef Lede di GOR Komitmen, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Senin (3/8/2026) pagi.

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan seluruh agenda pembangunan daerah berjalan secara terintegrasi hingga menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi seluruh unsur pemerintahan, lembaga vertikal, tokoh agama, tokoh adat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa rapat koordinasi bukan sekadar agenda administratif, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas daerah, meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, serta mempercepat implementasi program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan tidak dapat dilaksanakan secara parsial, dibutuhkan sinergi, gotong royong, dan tanggung jawab bersama agar setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Yosef Lede.

Pernyataan tersebut mencerminkan prinsip collaborative governance, yakni model pembangunan modern yang menempatkan sinergi antarlembaga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien dan berkelanjutan.

Membangun SDM Unggul Berbasis Karakter
Selain memperkuat koordinasi pemerintahan, Yosef Lede menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai moral, karakter, budaya dan jati diri bangsa.

Menurutnya, transformasi digital harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter agar kemajuan teknologi tidak mengikis identitas sosial masyarakat Kabupaten Kupang.

Dalam rapat tersebut, Bupati juga menyampaikan arah kebijakan pelaksanaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perayaan tahun ini akan berlangsung secara serentak di seluruh kecamatan mulai 7 hingga 17 Agustus 2026.

Pembukaan dipusatkan di Kecamatan Amfoang Timur sebagai wilayah perbatasan negara yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat semangat nasionalisme, sedangkan penutupan akan dilaksanakan di Kecamatan Semau.

Bupati menginstruksikan seluruh camat, lurah, kepala desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, serta seluruh unsur terkait untuk mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan secara tertib sehingga masyarakat dapat menikmati perayaan kemerdekaan dengan aman, meriah dan tetap menjunjung tinggi persatuan dan kebersamaan.

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Yosef Lede kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menjaga netralitas demokrasi di tingkat desa.

Ia memastikan tidak akan ada intervensi pemerintah terhadap proses Pilkades serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga yang memenuhi persyaratan untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip good governance, demokrasi yang sehat, dan penghormatan terhadap hak politik masyarakat desa.

Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam arah pembangunan Kabupaten Kupang.

Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang memperoleh tambahan dukungan anggaran sebesar Rp125 miliar untuk pengembangan Program Sekolah Rakyat di Desa Oelnasi.

Saat ini sekolah tersebut memiliki kapasitas sekitar seribu peserta didik dan akan dikembangkan sehingga mampu menampung sekitar 2.000 siswa.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Yosef meminta seluruh camat, lurah, kepala desa, dan perangkat daerah memperbaiki validitas data masyarakat miskin agar anak-anak yang berhak memperoleh pendidikan tidak kehilangan kesempatan akibat kesalahan pendataan.

Tidak hanya itu, Yosef Lede juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Kupang akan menjadi daerah pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memperoleh pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan dukungan anggaran sekitar Rp250 miliar.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan Universitas Rakyat di Kabupaten Kupang dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar.

“Ini merupakan kesempatan besar bagi Kabupaten Kupang. Kita ingin anak-anak kita mendapatkan pendidikan terbaik di daerah sendiri. Karena itu saya mengajak seluruh pihak mendukung program ini agar benar-benar memberi manfaat bagi generasi muda Kabupaten Kupang,” ujar Yosef.

Program tersebut menjadi gambaran visi pembangunan jangka panjang yang menempatkan pendidikan sebagai investasi strategis dalam menciptakan generasi unggul dan meningkatkan daya saing daerah.

Dalam bidang pelayanan sosial, Yosef Lede mendorong peningkatan kepesertaan masyarakat dalam BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan agar seluruh warga memperoleh perlindungan sosial secara menyeluruh.

Ia juga menginstruksikan percepatan sertifikasi tanah milik pemerintah, sekolah, puskesmas, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya sebagai langkah memberikan kepastian hukum sekaligus mendukung pembangunan dan revitalisasi infrastruktur publik.

Desa Terang hingga Nikah Massal Gratis
Selain berbagai agenda strategis tersebut, Bupati juga menyampaikan sejumlah program prioritas yang akan dipercepat, antara lain pelaksanaan nikah massal gratis, pengembangan Program Desa Terang melalui pemanfaatan energi surya, penguatan Gerakan Kabupaten Kupang Bersih, percepatan pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan, kemudahan pelayanan perizinan usaha, percepatan penurunan stunting, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, serta penguatan validitas data masyarakat sebagai dasar penyaluran bantuan pemerintah.

Menurut Yosef, keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada kualitas koordinasi, integritas aparatur dan akurasi data yang menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan kebijakan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Yosef Lede mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan bekerja penuh tanggung jawab demi mewujudkan Kabupaten Kupang yang semakin maju, mandiri dan sejahtera sesuai visi pembangunan daerah.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius Sanam, Kepala Kantor Wilayah HAM NTT Oche Boymau, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Kupang I Made Supriadi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT Brian Permana Putra, Kepala BPJS Kesehatan Viktor, Direktur PT Tibu Amris Energi Surya Samuel Hutabarat, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, ketua-ketua klasis, kepala sekolah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para pemangku adat se-Kabupaten Kupang.

Rapat koordinasi ini menjadi simbol penguatan whole-of-government approach, yakni pendekatan pembangunan yang mengedepankan sinergi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap seluruh agenda pembangunan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat menuju Kabupaten Kupang yang berdaya saing, inklusif dan berkelanjutan.