BB – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina meresmikan program BBM Satu Harga di Kabupaten Kupang, tepatnya di Kecamatan Nekamese.
Peresmian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses energi hingga ke pelosok Indonesia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang meresmikan 31 penyalur BBM Satu Harga secara serentak dari Terminal Wayame di Kota Ambon, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan harga BBM subsidi di daerah terpencil sama dengan di kota besar.
“Ini adalah wujud perhatian pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan bakar sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, BBM yang terjangkau diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Ketersediaan BBM dengan harga yang sama di seluruh wilayah membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Untuk wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi, terdapat enam penyalur BBM Satu Harga yang diresmikan, termasuk di Kecamatan Nekamese, Rote Selatan, Pantar Barat, Pantar Timur, Lembeh Selatan, dan Nuangan.
Plt. Sekda Kabupaten Kupang, Marthen Adri Rahakbauw, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat dan semua pihak terkait. Menurutnya, kehadiran BBM Satu Harga di Kecamatan Nekamese tidak hanya menguntungkan masyarakat setempat, tetapi juga warga dari kecamatan tetangga seperti Kupang Barat, Amarasi Barat, dan Taebenu.
“Program ini sangat membantu aktivitas transportasi, pertanian, perkebunan, hingga usaha kecil menengah di daerah kami,” katanya.
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Ditjen Migas, Mustika Pertiwi, menjelaskan bahwa harga BBM subsidi membawa dampak positif langsung bagi masyarakat.
“Tanpa subsidi, harga solar bisa mencapai Rp13.000, namun dengan subsidi menjadi hanya Rp6.800. Begitu pula dengan Pertalite, yang disubsidi dari Rp12.000 menjadi Rp10.000,” jelasnya.
Komite BPH Migas, Eman Salman Arief, juga menyoroti pencapaian program ini. Dengan total 583 penyalur BBM Satu Harga hingga akhir 2024, target RPJM telah terlampaui.
“Pembangunan BBM Satu Harga di wilayah 3T membutuhkan kerja keras, tetapi manfaatnya bagi masyarakat sangat signifikan,” tuturnya.
Program BBM Satu Harga merupakan langkah konkret pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses energi yang adil.
Dengan peresmian ini, harapan akan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia semakin nyata.
