BB – Banjir rob yang melanda pesisir Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (4/2) siang akhirnya surut.
Namun, bencana ini meninggalkan timbunan pasir laut setinggi lutut orang dewasa di rumah-rumah warga serta kawasan pemukiman.
Sejak kemarin, warga terdampak mengungsi ke rumah kerabat dan keluarga. Kini, mereka mulai kembali untuk membersihkan rumah dari material pasir dan lumpur yang terbawa air laut.
Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, SIK, MH menyebut bahwa terdapat 70 rumah penduduk dan 1.032 jiwa dari Dusun I, II, dan III yang terdampak langsung oleh banjir rob.
“Warga yang terdampak mulai membersihkan rumah mereka dari material pasir akibat banjir rob kemarin,” jelasnya.
Proses pembersihan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana), personel Polsek Kupang Barat, personel TNI, serta tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang terus menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak. Bantuan diberikan langsung dari rumah ke rumah karena banyak warga enggan menempati lokasi pengungsian yang telah disediakan pemerintah, yaitu SD GMIT Nefo, Gereja Kefas Klaimik, dan Kantor Desa Tablolong.
Untuk memastikan ketersediaan pangan, BPBD juga telah mendirikan dapur umum di Kantor Desa Tablolong. Langkah ini diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan makanan selama masa pemulihan pasca-banjir.
Dengan dukungan berbagai pihak, warga Desa Tablolong kini terus bekerja keras membersihkan lingkungan mereka dari dampak banjir rob. Aparat TNI-Polri serta pemerintah daerah juga turut membantu dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
Bencana ini menjadi ujian bagi warga Tablolong, namun semangat gotong royong dan solidaritas tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah ini.
