KUPANG ,BBC — Perayaan Paskah yang diselenggarakan oleh Elpida International School (EIS) tahun 2026 menghadirkan sebuah praksis pendidikan yang melampaui dimensi seremonial keagamaan.

Kegiatan yang berlangsung di aula EIS, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Rabu (15/4), menjelma sebagai ruang pedagogis yang mempertemukan nilai spiritualitas, ekspresi estetik dan konstruksi karakter dalam satu kesatuan yang utuh dan reflektif.

Kehadiran Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, dalam momentum tersebut memberikan dimensi strategis terhadap pembacaan atas praktik pendidikan yang ditampilkan.

Rangkaian pertunjukan seni oleh peserta didik—meliputi vokal lagu-lagu Kristiani berbahasa Inggris, tarian kreasi kontemporer, permainan alat musik tradisional dan modern seperti sasando dan biola, hingga pementasan drama—merepresentasikan integrasi kurikuler yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi afektif dan psikomotorik.

Dalam perspektif ilmu pendidikan, apa yang dipertunjukkan oleh siswa-siswi EIS mencerminkan sebuah ekosistem pembelajaran holistik yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembentukan diri.

Pendekatan ini sejalan dengan paradigma pendidikan modern yang menekankan pentingnya pengembangan soft skills, seperti kepercayaan diri, kemampuan kolaboratif, keberanian tampil di ruang publik, serta kompetensi komunikasi global melalui penguasaan bahasa asing.

Aurum Obe Titu Eki dalam keterangannya menegaskan bahwa kualitas lingkungan belajar merupakan determinan utama dalam membentuk karakter dan kapasitas generasi muda. Ia menilai bahwa praktik pendidikan di EIS telah berhasil mengonstruksi ruang belajar yang kondusif, adaptif dan transformatif.

“Anak – anak disini saya perhatikan saat mereka pentas, benar benar di asah aspek percaya dirinya, aspek kerjasamanya, berani untuk tampil, berani berhasa Inggris, itu semua benar – benar diajarkan disini dan tertanam dalam setiap siswa disini saya lihat. Ini suatu hal yang luar biasa dan ini harus ditularkan kepada sekolah – sekolah lainnya di Kabupaten Kupang, sehingga anak – anak di Kabupaten Kupang bisa bertumbuh dan berkembang secara maksimal dengan penuh percaya diri. Yang terpenting adalah lingkungan dimana mereka tumbuh berkembang dan belajar dan itu EIS berhasil menciptakannya dengan sangat baik”, jelas Aurum Obe Titu Eki.

Secara konseptual, pernyataan tersebut menegaskan pentingnya learning environment sebagai fondasi dalam pembangunan sumber daya manusia.

Lingkungan belajar yang inklusif dan suportif tidak hanya memfasilitasi transfer pengetahuan, tetapi juga memungkinkan internalisasi nilai, pembentukan karakter, serta pengembangan potensi peserta didik secara optimal.

Lebih lanjut, kehadiran Wakil Bupati Kupang dalam perayaan ini mengandung pesan kebijakan yang signifikan, yakni perlunya replikasi model pendidikan berbasis lingkungan kondusif melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah.

Sinergi ini dipandang sebagai strategi akseleratif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kupang secara sistemik dan berkelanjutan.

Dalam refleksi personalnya, Aurum Obe Titu Eki juga mengungkapkan dimensi emosional yang memperkaya makna kehadirannya. Ia menilai bahwa atmosfer pendidikan yang dibangun EIS menghadirkan pengalaman yang menyentuh, bahkan memberikan ruang pemulihan batin yang tidak ia rasakan pada masa pendidikannya dahulu.

“It’s a big honor for me to be here. Very happy, very thankful to be here to experience something very amazing, the environment you created here is very touching for me. So, terima kasih banyak. Saya berharap kedepan juga ada agenda – agenda yang bisa kita kerjasama supaya anak-anak kita juga tampil bukan cuma di panggung di sekolah ini, tapi mungkin saja bisa tampil di panggung lebih besar,” ujar Aurum Obe Titu Eki.

Dengan demikian, Perayaan Paskah EIS 2026 tidak hanya menghasilkan resonansi estetis, tetapi juga mengafirmasi sebuah tesis penting dalam pembangunan pendidikan: bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kualitas ekosistem belajar yang diciptakan hari ini.

Pendidikan yang efektif bukan hanya tentang kurikulum, melainkan tentang bagaimana lingkungan mampu menumbuhkan keberanian, memantik kreativitas, serta membangun kesadaran diri peserta didik sebagai bagian dari masyarakat global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan EIS, Pendeta Edward Dethan, jajaran tenaga pendidik termasuk dua pengajar dari Australia, perwakilan Camat Kupang Tengah, serta Kepala Desa Mata Air dan Kepala Desa Noelbaki.

Kehadiran lintas elemen ini menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun fondasi pendidikan yang kokoh di tingkat lokal.

Dalam kerangka pembangunan daerah, momentum ini mempertegas bahwa investasi strategis yang paling fundamental terletak pada sektor pendidikan.

Pendidikan yang memerdekakan—yang mampu menyalakan nalar, menguatkan karakter dan menggerakkan perubahan—menjadi prasyarat utama dalam mewujudkan visi Kabupaten Kupang sebagai wilayah yang maju, berdaya saing dan berkeadaban menuju Kabupaten Kupang Emas.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.