BB – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Namun, ia menekankan perlunya efisiensi dengan melibatkan peran swasta yang lebih besar dalam beberapa proyek strategis.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam Musyawarah Nasional (Munas) Konsolidasi Kamar Dagang Indonesia (Kadin Indonesia) di Jakarta.Kamis 16/01

“Ada yang mengatakan saya menghentikan proyek-proyek infrastruktur. Tidak benar. Saya tidak menghentikan, saya merubah. Infrastruktur sebagian besar akan saya serahkan kepada swasta untuk membangun,” ujar Prabowo seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menjelaskan bahwa pelimpahan sebagian proyek infrastruktur kepada pihak swasta bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memanfaatkan pengalaman mereka dalam pembangunan.

Proyek-proyek yang akan dilimpahkan antara lain pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan bandara.

“Swasta punya pengalaman, efisiensi, dan mereka bisa bergerak lebih cepat. Pemerintah akan fokus pada hal-hal yang menyangkut perlindungan rakyat dan proyek-proyek inti,” tambahnya.

Presiden juga memastikan bahwa pemerintah akan tetap terlibat dalam proyek-proyek yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat.

“Yang bisa dikerjakan swasta, biarkan swasta yang berkembang. Tapi proyek untuk rakyat yang sangat diperlukan tetap menjadi fokus pemerintah,” tegasnya.

Bantahan terhadap kabar penghentian infrastruktur sebelumnya juga telah disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak pernah meminta pembatasan proyek, baik jalan tol, bendungan, maupun infrastruktur lainnya.

“Pak Prabowo hanya ingin memastikan bahwa setiap proyek yang dikerjakan memang benar-benar dibutuhkan oleh rakyat. Semua keputusan kami konsultasikan terlebih dahulu dengan beliau,” kata Dody di Jakarta Selatan.

Hal serupa disampaikan oleh anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Pemangku Kepentingan, Sony Sulaksono Wibowo. Menurutnya, proyek-proyek jalan tol yang sudah dalam tahap konstruksi atau studi kelayakan akan tetap berjalan sesuai rencana.

Langkah Presiden Prabowo untuk melibatkan swasta dalam pembangunan infrastruktur mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.

Kolaborasi antara pemerintah dan swasta diyakini akan mempercepat penyelesaian proyek serta memastikan efisiensi dalam pelaksanaannya.

Dengan pendekatan ini, pemerintah diharapkan dapat mengalokasikan sumber daya untuk proyek-proyek strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia.